Nurul minta KPU Kota Bandung segera selesaikan masalah DPT

user
Endang Saputra 28 Februari 2018, 11:28 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Calon Wali Kota Bandung Nurul Arifin meminta Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) dan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung segera meyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR), masalah daftar pemilih tetap jelang Pemilihan Wali Kota Bandung 2018.

Sebab 30 ribu warga Bandung tercatat belum masuk daftar pemilih tetap (DPT),karena warga belum melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP).

"Saya berharap petugas Pantarlih dan KPU menyelesaikan pekerjaan rumahnya tersebut. 30 Ribu suara adalah angka yang besar. Jangan sampai mereka hilang hak suaranya. Momen pilkada ini baiknya diikuti semua warga masyarakat, karena penting dalam menentukan pemimpin ke depan," kata Nurul saat dihubungi merdeka.com, Rabu (28/2).

Pasangan Nurul Arifin - Chairul Yaqin Hidayat (Ruli) dengan nomor urut satu ini berharap KPU Kota Bandung memberikan solusi supaya masyarakat tetap bisa nyoblos mendapatkan hak suaranya, dengan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih yang dilakukan mulai 20 Januari sampai 18 Februari 2018.

"Harus ada regulasi yang mengatur itu. Saya harap KPU dapat memberikan solusi untuk ini," kata dia.

Diketahui, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung Rifqi Alimubarok, mengatakan 30 ribu warga yang belum melakukan perekaman tersebut merupakan warga Bandung yang berada di luar kota Bandung. Menurut Rifqi mereka ada yang bekerja maupun sekolah.

"Jadi ada 30 ribuan (warga), karena mereka semuanya penduduk kota Bandung yang berada di luar kota Bandung, bisa karena pekerjaan, sekolah dan macam-macam. Ada yang di luar negeri, ada yang di luar kota Bandung yang susah untuk melakukan perekaman," kata dia.

Untuk itu, lanjut Rifqi pihaknya mendorong Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk segera melakukan perekaman kepada 30 ribu warga, sehingga dapat dimasukan ke dalam DPT.

"Maka kemudian kita dorong ke pemerintah kota dalam hal ini Disdukcapil supaya bisa meminimalisir atau mengurangi angka 30 ribu yang belum melakukan perekaman," katanya.

Kredit

Bagikan