Pasca gempa 6,9 SR di Tasikmalaya BMKG catat 13 gempa susulan

ilutrasi
Bandung.merdeka.com - Hampir sebagian besar wilayah Pulau Jawa diguncang gempa bumi tektonik pada Jumat (15/12) tengah malam. Hasil analisis pendahuluan yang dikeluarkan BMKG pada 5 menit pertama menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pukul 23.47.57 WIB dengan kekuatan Magnitudo 7,3 SR. Setelah dilakukan analisis pemutakhiran berdasarkan catatan data seismik yang lebih lengkap, diperoleh parameter gempa bumi dengan kekuatan 6,9 SR. Episenter terletak pada 7.75 LS dan 108.11 BT, tepatnya di darat pada jarak 42 Km Barat Daya Kawalu, Tasikmalaya, pada kedalaman 107 km.
Hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan cukup kuat dirasakan di Tasikmalaya dan Pangandaran dalam skala intenitas V-VI MMI. Selain itu guncangan juga dirasakan di Bandung, Bogor, Depok, Jakarta, Cilacap, Kebumen, Semarang, Klaten, Yogyakarta, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Karangkates, dalam skala intensitas II-III MMI. Gempa bumi ini memiliki spektrum guncangan dalam wilayah yang sangat luas disebabkan karena hiposenter gempa bumi ini berada di kedalaman menengah, yaitu 107 km.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, dari informasi yang dihimpun dari Bidang Informasi gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami diketahui bahwa hingga hari Sabtu, (16/12) pagi telah menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 13 kali.
"Hasil monitoring BMKG hingga Sabtu pagi pukul 7.00 WIB menunjukkan sudah terjadi gempa bumi susulan sebanyak 13 kali," katanya lewat pesan singkat, Sabtu (16/12).
Namun demikian, seluruh gempa bumi susulan belum ada yang dirasakan karena kekuatannya kurang dari 5 SR.
Berdasarkan data pada pukul 00.10 WIB tercatat gempa susulan terjadi dengan kekuatan 3,5 SR. Kemudian pukul 00.18 tercatat WIB 3,7 SR. Gempa kembali terjadi pada pukul 00.37 WIB dengan kekuatan 3,1 SR. Gempa susulan terus terjadi pada pukul 02.00 WIB hingga pukul 06.28 WIB yakni sebesar 2,7 SR dan 2,4 SR, namun dengan magnitudo yang terus menurun
"Berdasarkan kecenderungan magnitudo gempa bumi susulan yang terus mengecil menunjukkan kondisi tektonik di zona gempa yang semakin stabil," katanya
Disinggung terkait kembali terjadinya gampa susulan, menurut Tony potensi itu ada. Namun magnitudo kekuatan gempa susulan akan semakin kecil.
"Sangat kecil peluang akan terjadi gempa bumi susulan yang lebih besar dari gempa bumi utamanya (main shock). Untuk itu warga masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ungkapnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak