Banjir parah kembali landa wilayah Gedebage
Farah Fuadona
22 November 2017, 09:41 WIB

Banjir Gedebage
Hujan deras yang melanda wilayah Kota Bandung pada Selasa (21/11) kemarin membuat sejumlah ruas jalan dilanda banjir parah. Perempatan Gedebage, Pasar Gedebage dan Jalan Rumah Sakit Ujungberung, menjadi lokasi terparah. Di perempatan Gedebage ketinggian banjir mencapai 50 - 65 cm atau setinggi lutut orang dewasa
Padahal sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membanggakan jika proyek pembuatan gorong-gorong raksasa dan sodetan di perempatan Gedebage diklaim berhasil mengurangi banjir. Namun nyatanya banjir masih tetap terjadi.
Tingginya genangan air di Perempatan Gedebage membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat. Kondisi ini membuat kemacetan parah dari arah Kiaracondong (Samsat) menuju Cibiru maupun sebaliknya. Bahkan ekor kemacetan sebagai imbas dari banjir Gedebage ini terjadi hingga Traffic Light Batununggal.
Sementara di Pasar Induk Gedebage, banjir juga merendam area pasar. Genangan air di Pasar Gedebage juga membuat sampah di area pasar ikut terseret air.
Keluhan dari masyarakat terkait banjir parah yang kembali melanda kota Bandung membuat ramai lini masa Twitter. Salah satunya disampaikan pemilik akun @ad_ndh.
"Bandung Soekarno Hatta macet parah akibat gedebage banjir dah 4 jam dari perempatan samsat sampe riung bandung," tulisnya.
Hal senada juga disampaikan pemilik akun @AfanSobirin. "Faktanya masih banjir, gimana ini teh kang @ridwankamil ?? Ah sudahlah kan akang mau nyalon jd gubernur #bandung msh banyak PR," katanya.
Banjir yang sudah mulai terjadi pukul 15.30 WIB ini terus terjadi hingga malam hari. Bahkan air terus meninggi hingga pukul 18.30 WIB, membuat kendaraan tidak dapat melintas di lokasi tersebut. Hal ini yang mengakibatkan kemacetan parah.
Namun demikian, tim URC wilayah Gedebage dari Dinas Pekerjaan Umum langsung bergerak untuk menangani banjir. Tim URC mengerahkan pompa air untuk menyedot air.
"Untuk Gedebage, kita upayakan penyedotan dan pembersihan tali-tali air. Penyedotan air juga dilakukan oleh mobil pompa," kata Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengendalian Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Tedi Setiadi.
Setelah dilakukan penyedotan, air kemudian air dapat surut pada pukul 21.30 WIB. Jalan pun dapat kembali dilalui kendaraan meskipun terjadi kemacatan parah.
"Allhamdulilah air sudah surut," ungkap Tedi.
Selain di wilayah Gedebage, banjir serupa juga terjadi di sejumlah ruas jalan seperti perempatan Cibaduyut - Leuwi Panjang dan Jalan Kopo. Tim URC juga dikerahkan untuk melakukan penanganan banjir tersebut.

BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak