Maju Pilwalkot Bandung, Nurul Arifin kunjungi kampung halaman

user
Farah Fuadona 08 Juli 2017, 19:15 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Politisi Partai Golkar Nurul Arifin semakin memantapkan niatnya untuk maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2018. Mantan anggota DPR RI ini mengunjungi kampung halamannya di Kota Bandung yang berada kawasan Cicadas, Jumat (6/7).

Seperti diketahui sebelum pindah ke Jakarta, Nurul tinggal kawasan Sukamulya, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Di kawasan tersebut, Nurul menghabiskan masa kecilnya bersama keluarga sebelumnya akhirnya pindah ke ibukota.

Nurul yang mengenakan pakaian berwarna merah dan kerudung kuning mengikuti pengajian rutin bersama warga. Kedatangan Nurul ke Cicadas mendapat sambutan hangat dari warga sekitar.

Dia mengatakan, kedatangan ke Cicadas ini, sebagai langkah awal terkait niatnya untuk maju dalam bursa pencalonan wali kota Bandung.

"Ini hari pertama setelah Lebaran kemarin Saya salat (Idulfitri) di sini. Dulu bapak Saya masih jadi RW ikut juga mendirikan masjid ini dan disalatkan di sini. Saya ingin kembali ke tanah kelahiran saya sekaligus bernostalgia juga. Jadi ini sebagai kekuatan spiritual Saya, bahwa langkah saya dimulai dari sini," ujar Nurul kepada wartawan.

Nurul mengatakan, bahwa kawasan Cicadas yang pernah menjadi tempat tinggalnya telah banyak mengalami perubahan. Menurut dia kawasan tersebut saat ini menjadi kawasan padat penduduk.

Nurul yang sempat menjadi anggota DPR selama dua periode, mengaku memiliki rasa tanggung jawab yang kemudian membuat dirinya terpanggil untuk mengikuti gelaran Pilwalkot Bandung. Dirinya yang pernah duduk di kursi parlemen, menjadi bekal baginya untuk menata Kota Bandung.

"Saya pernah di parlemen tahu caranya menarik anggaran pusat untuk masuk ke daerah. Sehingga pengalokasian untuk daerah kita bisa membangun bisa lebih komprehensif," katanya.

Nurul pun melihat apa yang dilakukan oleh wali kota saat ini telah cukup baik. Namun untuk sejumlah sektor seperti transportasi, pengelolaan sampah masih belum berjalan sepenuhnya karena beragam kendala.

"Transportasi publik belum sepenuhnya bisa dibangun, karena terkendala oleh lahan dan sebagainya. Permasalahan pengelolan sampah jadi krusial, kemudian lapangan pekerjaan, sanitasi, banjir di beberapa wilayah masih terjadi. Mudah mudahan bisa menemukan solusi.Kang Emil sudah memulai dan kalau bisa kita teruskan. Kang Emil memulainya lebih pendek, Saya sambung lebih panjang," ungkapnya percaya diri.

Nurul pun mengaku siap mengembalikan adagium Bandung sebagai Kota Kembang. Dia akan membuat Bandung kembali berbunga seperti kota-kota di Eropa.

" Kan ada adagium Bandung kota kembang, tapi kembangnya dimana. Saya ingin Bandung penuh bunga, paling tidak di perkampungan seperti jalan kecil seperti di negara Eropa Belanda. Masa Ibu Risma (Wali Kota Surabaya) bisa, Saya engga bisa," pungkasnya.

Kredit

Bagikan