Kota Bandung nunggak pengelolaan sampah Rp 3 miliar ke Sarimukti


Ilustrasi truk sampah
Bandung.merdeka.com - Pemprov Jabar merilis jumlah tunggakan kompensasi jasa pelayanan (KJP) atau tipping fee TPPAS Regional sementara ke Sarimukti. Sebagai kota yang masih membuang ke Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata Kota Bandung memiliki tunggakan pengelolaan sampah mencapai Rp 3,45 miliar.
Jumlah tunggakan itu merupakan akumulasi dari tunggakan KJP sejak 2011 lalu sampai 2016. "Tunggakan pembayaran Pemkot Bandung ini sebesar Rp 3 miliar‎ yang terakumulasi sampai 2016 lalu," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Anang Sudarna pada wartawan di kantornya, Senin (10/4).
Akibat tunggakan tersebut, pemerintah provinsi sempat menutup akses sampah dari Kota Bandung ke Sarimukti pada 1 April lalu. "Ini ditutup selama 6 jam sebagai peringatan keras. Namun pada akhirnya dibuka kembali," ujarnya.
Pihaknya sudah memberikan surat peringatan kepada Pemerintah Kota Bandung agar segera membereskan tunggakan tersebut‎. Dia menyebutkan, bahwa Pemkot Bandung meminta agar pemerintah provinsi memberikan tenggat waktu pembayaran. Alasannya, dikarenakan ada perubahan sistem keuangan dari manual ke e-budgeting pencairan untuk melunasi utang KJP tertunda.
Menurutnya Pemprov Jabar sudah cukup memberikan kelonggaran. Saat ini Pemprov Jabar masih menunggu itikad baik dari Pemkot Bandung.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Regional, Edi Bahtiar menamb‎ahkan, upaya penagihan pada Kota Bandung tersebut terkait dengan tertib administrasi pemerintahan. Provinsi bisa kena teguran BPK jika membiarkan piutang tersebut.
"Ada piutang dari daerah kan ada kerjasama. Bisa diputihkan kalau ada keterangan tidak mampu," terangnya. Dia melanjutkan, setiap tahunnya anggaran pengeluaran dan pendapatan bakal diaudit BPK. "Ketika piutang berarti ada yang belum dibayarkan dari kerja sama pengelolaan sampah. Nanti takutnya seolah-olah uang itu dimakan," paparnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak