Praktisi humas harus aktif tangkal berita hoax


Ilustrasi kampanye hoax
Bandung.merdeka.com - Banyaknya berita hoax yang beredar di masyarakat tentu menghadirkan dampak negatif bagian banyak pihak. Bagi sebuah perusahaan, hadirnya berita hoax yang melibatkan perusahaannya sangatlah merugikan. Untuk itu, diperlukan peran aktif dari praktisi humas untuk menangkal kehadiran berita hoax.
Dewasa ini, kehadiran berita hoax begitu marak. Tak heran jika Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengajak masyarakat Bandung untuk ikut berpartisipasi dalam sebuah gerakan bertitle "Bandung Hantam Hoax". Gerakan tersebut merupakan bukti nyata bahwa ia dan banyak pihak geram dengan munculnya berita hoax.
Kian maraknya informasi yang tidak valid dan menjurus kepada berita bohong ini juga menjadi perbincangan dikalangan praktisi humas Jawa Barat. Sebagai humas, sudah menjadi tugasnya untuk terus aktif menjalin relasi dengan berbagai kalangan di masyarakat.
"Sebagai humas, kami didorong mengenal dan akrab dengan semua lapisan masyarakat. Tujuannya tentu saja agar hubungan baik terjalin dan kita bisa lebih mendapatkan informasi akurat tentang sebuah hal misalnya," ujar Kepala Humas Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat Yayan Istiandi kepada Merdeka Bandung, Senin (27/2).
Yayan menjabarkan, bicara soal berita hoax juga belakangan sempat menghantam Bank Indonesia. Dimana 'badai' informasi tidak benar terutama tentang logo arit dalam uang emisi baru 2016 yang diluncurkan 16 Desember lalu. Ini membuat pihaknya semakin aktif bergerak sosialisasi dengan edukasi yang sebenarnya.
Menurut Yayan, tantangan tak sekadar logo palu arit. Sorotan dan serangan juga dikaitkan dengan warna uang yang menyerupai warna khas uang Tiongkok, percetakan dirumorkan tidak dilakukan PT Peruri, banyaknya pahlawan non-muslim, hingga Cut Nyak Meutia yang tak berhijab.
"Tapi semuanya bisa kami jawab secara lurus, tidak ada kaitan politik. Posisi Bank Indonesia itu pengelola aspek monitor independen bukan bawahan Presiden, sehingga semua yang kami lakukan adalah pertimbangan independen yang tidak terafiliasi aliran politik apapun," katanya.
Situasi ini, kata dia, membuat insan humas harus lebih intensif dalam berkomunikasi dengan semua elemen masyarakat. Mulai dengan sesama pemerintahan, anggota dewan, masyarakat sipil, opinion leaders, hingga TNI dan Polisi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak