JK minta Kementerian PUPR buat 1.000 jembatan sebidang di Jawa

JK meresmikan Flyover Antapani
Bandung.merdeka.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meminta Kementerian PUPR membangun jembatan layang, untuk meniadakan perlintasan sebidang dengan kereta api. Sedikitnya 1.000 jembatan ditargetkan sepanjang Jakarta-Surabaya agar transportasi kereta api itu benar-benar bebas hambatan.
Keinginan pria yang akrab disapa JK itu dilatarbelakangi, ketika dirinya menempuh perjalanan Jakarta-Yogyakarta dengan waktu delapan jam menggunakan transportasi kereta api. Â
"Saya bilang naik kereta api ke Yogyakarta saja delapan jam. Apa kita tidak punya kemajuan? Karena terlalu banyak pintu-pintu kereta api. Caranya hindari persimpangan. Sehingga itu harus flyover semua," kata JK dalam sambutan peresmian jembatan layang Antapani, Kota Bandung, Selasa (24/1).
1.000 jembatan layang itu dibuat menurutnya bukan hal mustahil jika melihat pembangunan seperti yang dilakukan di Antapani, Bandung. Pengerjaan jembatan layang di Antapani ini yang menggunakan struktur baja bergelombang dinilai tepat untuk membangun titik-titik lain hingga mencapai 1.000 jembatan. Untuk diketahui pengerjaan jembatan layang Antapani yang hanya menelan biaya Rp 30 miliar dinilai efisien dan waktu yang lebih ringkas sampai 50 persen dibandingkan dengan cara konvensional.
"Kalau harus dibikin Jakarta-Surabaya kereta itu bisa sampai 150 kilometer per jam. Kalau kemarin cuma 75 kilometer per jam. Buat kereta saja, biar tidak ada persimpangan, mencegah kemacetan," ujarnya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk mewujudkan 1.000 jembatan layang dari Jakarta sampai Surabaya tentu itu harus dilakukan secara bertahap. Baginya pengerjaan itu tidak begitu sulit diwujudkan karena pilot projeknya sudah dilakukan di jembatan layang pelangi Antapani.
‎"1000 itu dari Jakarta sampai Surabaya. Semua harus bertahap diselesaikan. Intinya semua terutama di kota mestinya dengan yang jalan nasional ya, kita akan selesaikan. Karena kalau tidak ada persimpangan sebidang itu speednya bisa dinaikkan minimal 150 kilometer per jam, kalau sekarang cuma 75 kilometer per jam," jelasnya.
Menurutnya pemerintah juga sudah mendapatkan ragam penawaran dari Perdana Menteri (PM) Jepang untuk turut terlibat dalam proyek tersebut. Jika satu jembatan itu menelan Rp 30 miliar artinya pemerintah harus menyiapkan sekitar Rp 30 triliun. "Kalau ini Rp 30 miliar, ada 1000 ya berarti Rp 30 triliun, itu pun dengan spesifikasinya arsitek ini‎," kata Basuki.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak