PKBSI : Beruang memakan kotorannya sendiri itu wajar


Sekjend PKBSI Tony Sumampau
Bandung.merdeka.com - Kardit, beruang madu koleksi Kebun Binatang Bandung menjadi sorotan berbagai pihak karena kondisinya kurus dan diketahui memakan feses atau kotorannya sendiri.
Namun demikian, Sekjen Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), Tony Sumampau, mengatakan bahwa perilaku beruang madu tersebut dinilai wajar.
"Untuk beberapa spesies, jangan bilang beruang, anjing pun seperti itu. Itu wajar. Ada yang bersifat demikian karena butuh sesuatu. Itu kan bukan waste semua, masih ada manfaatnya. Untuk satwa liar itu wajar," ujar Tony kepada wartawan saat ditemui di sela pertemuan dengan pengelola Kebun Binatang Bandung.
Tony yang diutus oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar ini datang untuk mengecek langsung kondisi beruang di Kebun Binatan Bandung. Menurut Tony tubuh Kardit yang tergolong kurus dibandingkan beruang madu lain disebabkan karena faktor umur.
"Melihat sehat atau tidak bukan melihat dari tubuh. Kardit ini kan sudah cukup tua, 19 tahun di Bonbin, saat datang ke sini umurnya 3 - 4 tahun. Jadi umurnya sekitar 23 sampai 24 tahun. Sementara beruang itu rata-rata usia hidupnya 25 tahun," katanya.
Menurut Tony, kondisi beruang madu di selain Kardit yang ada di Bonbin Bandung mengalami obesitas. Hal ini disebabkan pemberian pakan yang terlalu banyak.
"Ada yang menjelaskan yang lain gemuk-gemuk tapi dia kurang. Sebenarnya ini pakannya terlalu banyak. Semua beruang obesitas. Jadi itu seharusnya enggak boleh. Ini membuat pengunjung salah persepsi. Semestinya saat diberi pakan pagi sedikit, siang sedikit, sore sedikit," ucapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar Jawa Barat, Sustyo Iriyono menambahkan pihaknya masih melakukan pengumpulan data-data terkait hasil pemeriksan seluruh Satwa di Bonbin Bandung.
"Besok kan saya ada pertemuan dengan pihak manajemen pengelola. Semua aspek tidak hanya beruang. Sejak kematian gajah yani ada engga progres. Termasuk kemarin kan saya turunkan tim Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) kita tunggu hasilnya," katanya
Data yang didapatkan dari hasil pemeriksaan ini selanjutnya akan dilaporkan kepada Menteri LHK. Laporan ini selanjutnya menjadi dasar diambilnya keputusan yang diambil oleh Menteri.
"Senin saya akan menghadap ke Jakarta," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak