Guna lahirkan generasi emas, guru harus lakukan persiapan

user
Farah Fuadona 23 Desember 2016, 11:05 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Dunia pendidikan saat ini sangat berperan penting dalam perkembangan bangsa Indonesia kedepannya, terutama dalam mempersiapkan generasi yang lebih baik. Hal ini disampaikan Wakil Rektor (Warek) 3 Telkom University (Tel-U) Ama Suyanto, pada Seminar Nasional Bagi Guru yang diselenggarakan di Trans Studio Bandung, Kamis (22/12).

Warek 3 mengatakan bahwa peran guru sangat diperlukan guna mempersiapkan generasi emas di tahun 2045, pada tahun tersebut generasi emas saat ini yang akan memimpin bangsa Indonesia.

"Mohon dukungan bapak dan ibu guru di sini untuk mempersiapkan murid-murid kita di tahun 2045. Mereka adalah generasi emas yang akan memimpin negara kita dan membawa negara kita menjadi lebih baik," kata Ama dari rilis yang diterima Merdeka Bandung, Jumat (23/12).

Mengangkat tema seminar "Peran Guru Dalam Mempersiapkan Generasi Emas" acara dihadiri kurang lebih 300 guru dari seluruh Indonesia. Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. H. Mohammad Surya selaku guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Surya mengatakan bahwa guru saat ini sangat berperan penting dalam perkembangan bangsa, "Mungkin tahun tersebut kita guru-guru sudah tidak ada. Namun ilmu yang kita berikan akan melekat terus kepada murid yang akan digunakan untuk membangun bangsa lebih baik lagi" katanya.

Untuk menjadikan guru saat ini perlu melakukan revolusi mental tentang bagaimana cara berfikir dan bertindak. "Revolusi mental diperlukan untuk guru. Guna mengubah kondisi pendidikan masa kini menjadi kondisi pendidikan masa depan yang lebih baik," kata Surya.

Direktur Admisi dan International Office Tel-U Rinna Fridiana mengatakan bahwa acara ini bertujuan meningkatkan wawasan para guru dalam mempersiapkan generasi emas di masa depan.

"Kami berharap guru-guru saat ini dapat terus bekerja sama mengantarkan siswa ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih baik lagi bagi bangsa," ujar Rinna.




Kredit

Bagikan