Komplotan penodong siswa SMP di angkot ditangkap, satu pelaku ditembak


Ilustrasi
Bandung.merdeka.com - Aparat kepolisian menangkap komplotan pelaku yang melakukan aksi penodongan di dalam angkot Kalapa-Dago Bandung. Pria inisial DD (35) ditembak unit reskrim Polsekta Regol di Kabupaten Garut pada Senin (5/12) dini hari tadi.
Adapun US (22) ditangkap dua hari sebelumnya atau pada Sabtu (3/12) lalu di Kota Bandung. "DD ini ditembak (di bagian kaki kanan) karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap, hasil pengembangan dari US," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto di Mapolsekta Regol, Senin (5/12).
DD saat beraksi berperan langsung sebagai eksekutor yang melakukan penodongan pada lima siswa SMPN 2 Bandung, Kamis 17 November lalu di Kawasan Ciateul (Jalan Inggit Garnasih). DD masuk ke dalam angkot dan menodongkan kampak pada lima siswa SMP Negeri 2 Bandung dan meminta barang berharga korban.
Namun empat dari lima siswa kelas VII berhasil melarikan diri dengan cara melompat dari angkot. Sedangkan US merupakan joki yang mengikuti pelaku saat beraksi menggunakan sepeda motor matic jenis Yamaha Mio. "Ini tidak ada yang dirugikan. Artinya tidak ada barang yang diambil," terangnya.
Tersangka berikut barang bukti kini diamankan di Mapolsekta Regol Bandung. Barang bukti itu yakni Sepeda Motor Mio, kampak, dan jaket yang digunakan saat beraksi. "Kami kenakan pasal 365 Jo 53 tentang Percobaan Pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 Jo 53 KUHPidana," ujarnya.
Dengan wajah bercebo (penutup wajah) DD mengaku, aksi itu dilakukan lantaran dirinya berada di bawah pengaruh alkohol. Aksi itu juga dilatarbelakangi desakan ekonomi.
"Saya memang lagi enggak punya uang sama sekali. Saya gelap. Akhirnya saya nekat melakukan," terang DD yang mengaku aksi itu baru kali pertama dilakukan.
Pedagang kopi asongan tersebut juga tidak pernah merencanakan aksi penodongan tersebut. "Saya enggak rencanain. Pas lagi pakai motor sama temen (US) saya masuk ke dalam angkot pura-pura jadi penumpang. Tapi enggak ada yang diambil karena (korban) kabur," ujar DD.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak