Dosen Tel-U ciptakan aplikasi health monitoring system

user
Farah Fuadona 18 November 2016, 11:38 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Salah satu dosen Fakultas Teknik Elektro Telkom University (FEB Tel-U) mendesain sebuah physical layer, yaitu sistem komunikasi antara sensor yang dipasang di permukaan atau tubuh manusia dengan suatu konsentrator. Sistem kemudian digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan-jaringan di luar seperti communication cloud atau internet cloud.

Dalam penelitiannya berjudul Adaptive STFC MB-OFDM UWB System for High Speed WBAN Applications, Miftadi Sudja’I, bahwa area riset penelitian ini masuk ke dalam Wireless Body Area Network (WBAN) untuk aplikasi mobile health care. “Sistem tersebut digunakan untuk mendeteksi parameter-parameter biometric dan kerja faal tubuh manusia dalam aplikasi kesehatan,” ujar Miftadi dari rilis yang diterima Merdeka Bandung, Jumat (18/11).
 
Sistem physical layer untuk aplikasi WBAN buatan Miftadi ini mempunyai kecepatan yang tinggi hingga 1 GB per detik, lebih handal dan memiliki konsumsi daya yang lebih efisien dibanding dengan yang sudah ada sekarang. Penelitian ini dibuat untuk aplikasi health monitoring system yang digunakan untuk mengatasi adanya beban biaya, sistem, maupun waktu untuk memonitoring kondisi kesehatan manusia.
 
Penelitian ini bisa membantu negara-negara yang populasinya banyak memiliki orang lanjut usia. Orang lanjut usia biasanya harus rutin datang ke laboratorium atau rumah sakit untuk mengecek kesehatan. “Dengan sistem ini pasien bisa dipasangi sensor-sensor dan bisa di monitor kesehatannya dari jarak jauh,” kata Miftadi.
 
Sistem ini diperkirakan bisa menjadi mendorong industri yang cukup besar di masa mendatang. Saat ini sistem tersebut masih dalam tahap prototype di laboratorium dan belum diproduksi secara massal. Atas penelitiannya ini, Miftadi berhasil mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari School of Electrical, Computer and Telecommunication Engineering di University of Wollongong Australia.

“Dengan adanya sistem ini pasien nanti tidak perlu lagi pergi ke rumah sakit atau laboratorium hanya untuk sekadar mengecek kondisi kesehatannya,” ujarnya.

Kredit

Bagikan