4 Harimau Sumatera awetan hasil sitaan dibakar


Bandung.merdeka.com - Sebanyak empat harimau Sumatera awetan hasil sitaan Dirtipidter Bareskrim Mabes Polri dimusnahkan dengan cara dibakar. Selain harimau, spesimen mati satwa liar lainnya seperti kucing hutan, beruang madu, penyu, burung cendrawasih, rusa, dan satwa langka lainnya turut juga dalam pemusnahan.
Pemusnahan dilakukan langsung Kapolda Jabar Irjen Pol Bambang Waskito, Dir Tipiter Mabes Polri Brigjen Pol Purwadi Arianto, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto, Dir Reskrimsus Polda Jabar Kliment Dwikorjanto, Wakil Walikota Bandung Oded M Danial, Plt BKSDA Jabar Sylvana, serta perwakilan Kedubes Amerika dan Belanda, di Halaman Mapolrestabes Bandung, Selasa (1/11).
"Kami tahu Indonesia adalah negara ketiga (keragaman hati tertinggi dunia) tertinggi. Kita lihat ini ada barang bukti sebanyak 38 binatang langka dari berbagai jenis (spesimen) yang mati yang harusnya dilindungi," kata Purwadi Arianto usai pemusnahan.
Satwa langka berbagai jenis dan potongan tubuh hewan yang dikomersilkan tersangka berinisial AS itu digelar dalam beberapa wadah besar. Spesimen mati kemudian disiram cairan khusus dan disulut api hingga ludes.
Menurut dia, menjual belikan satwa langka baik itu kondisi hidup dan mati jelas melanggar pasal 21 ayat (2) huruf b dan d Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
"Karena seharusnya satwa langka itu matipun harus dilaporkan pada BKSDA untuk di BAP, sedangkan ini tidak," ujarnya.
Dia menyatakan perbuatan AS ini salah. Pelaku terancam hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.
Menurut Sylvana, satwa langka baik dalam spesimen hidup atau mati harus dilaporkan pada BKSDA. Atas temuan adanya pengoffsetan satwa langka dia berharap masyarakat sadar bahwa mengoleksi satwa tersebut adalah salah. "Ini jelas salah karena kategorinya merusak lingkungan," ucapnya
Satwa didapat dari Kebun Binatang Bandung
Dari mana pelaku dapat spesimen mati tersebut? "Binatang offset (awetan) ini diperoleh AS dari Kebun Binatang Garut dan Kebun Binatang Bandung," kata Purwadi.
Sebanyak 38 spesimen mati satwa langka itu didapat di kediaman AS yang ada kawasan Cibeunying Kolot, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Jumat 23 September lalu.
AS ternyata sudah sejak tahun 1990-an menjalankan modus pengawetan satwa langka yang harusnya diserahkan pada negara tersebut. Kini kata dia, pihaknya tengah membidik dua oknum pengurus kebun binatang yang memperjualbelikan satwa langka meski dalam kondisi mati.
"Ini oknum dari dalam (Kebun Binatang Bandung dan Garut). Barangnya dititipkan untuk diofset. AS ini sekali melakukan offset mendapatkan keuntungan Rp 150 ribu sampai Rp 3 juta, petugas ini bisa saja jadi tersangka," terangnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak