Guru honorer: Pak Gubernur Jabar, kami minta disejahterakan


Guru Honorer demo di Kota Bandung
Bandung.merdeka.com - Sekitar seribuan guru turun ke jalan dengan cara melakukan longmarch dari Pusdai menuju Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (31/10) pagi. Para tenaga honorer itu menuntut kesejahteraan pada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, salah satunya upah yang harus berstandar upah minimun provinsi (UMP) atau UMK.
Menurut koordinator aksi Cecep Kurniadi, kondisi para tenaga honorer saat ini masih memprihatinkan. Banyak mereka yang dipekerjakan dengan upah minim. Padahal dari segi tugas para tenaga honorer ini hampir sama dengan guru berstatus PNS.
"Sehingga mereka ini memang harusnya layak memperoleh penghasilan sesuai nilai-nilai kemanusiaan," kata Cecep di sela aksinya di depan Gedung Sate yang merupakan Kantor Ahmad Heryawan.
Dia juga menyampaikan, masih banyak guru honorer yang memiliki golongan K2 atau berstatus sebagai calon PNS yang belum juga terangkat statusnya. "Padahal mereka sudah sangat layak mendapatkan perubahan identitas," tuturnya.
Mengutip Pancasila, sila kedua yang berisikan 'Kemanusiaan yang Adi dan Beradab' lalu sila kelima 'Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia', serta Undang-Undang Guru dan Dosen yang tercantum dalam Nomor 14 Tahun 2015, mereka kemudian mendesak Pemprov Jabar mengalokasikan dana di anggaran murni APBD 2017 untuk para honorer.
"Ini agar bisa berstandar UMK dan UMP bagi seluruh tenaga honorer yang ada di lingkungan Jawa Barat," terangnya.
Selain itu mereka juga meminta pada Pemprov Jabar untuk mengajukan penambahan kuota program tunjangan intensif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Kami juga meminta pada pemerintah meminta jaminan kesehatan bagi honorer se-Jawa Barat," ucapnya.
Terakhir yakni meminta pada pemerintah bagi honorer negeri yang belum memiliki NUPTK dan belum sertifikasi supaya diberikan SK penetapan dari kepala daerah dan kepala dinas kabupaten/kota untuk legalitas operator sekolah.
Dalam aksi damainya, guru yang menutup Jalan Diponegoro (depan Gedung Sate) mengusung beberapa spanduk, di antaranya bertuliskan: 'Kami seluruh honorer Jawa Barat menuntut kesejahteraan yang seadil-adilnya dan penghidupan layak', 'Bapak Gubernur Jabar yang terhormat kami Honorer minta disejahterakan'.
Aksi tersebut mendapatkan pengawalan ratusan kepolisian. Mereka dengan identitas pakaian masing-masing berorasi secara bergiliran menyampaikan aspirasinya lewat pengeras suara.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak