Ini alasan wanita lebih rentan darah tinggi

Ilustrasi
Bandung.merdeka.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit kronis yang “akrab” di masyarakat. Data Riset Kesehatan Dasar Jawa Barat (Riskesdas Jabar) 2007, hipertensi menempati urutan teratas penyakit masyarakat yakni 30 persen dari jumlah penduduk Jabar.
Menurut dr. Toni Mustahsani Apramiamun hipertensi rupanya banyak menimpa kaum hawa. Ada beberapa faktor yang membuat wanita lebih berpotensi mengalami penyakit hipertensi. Salah satunya, hormon progesteron yang mendorong naiknya tensi darah hingga memicu darah tinggi. Hormon ini biasa muncul di saat kehamilan sehingga muncul hipertensi pada masa kehamilan.
“Di Indonesia jumlah penduduk wanita itu banyak, juga banyak kehamilan. Jadi banyak waanita mengalami hipertensi pada masa kehamilan,” kata Toni saat berbincang dengan Merdeka Bandung, baru-baru ini.
Meski demikian, hipertensi pada masa kehamilan bisa menetap maupun hilang pascamelahirkan. Hal ini tergantung pada keseimbangan hormonal juga. Selain itu, seringnya hamil membuat hipertensi dimungkinkan menetap.
“Wanita hamil lebih beresiko hipertensi. Biasanya setelah lahir hipertensinya hilang meski ada yang berlanjut, jadi jangan terlalu banyak hamil,” kada dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung ini.
Faktor lain yang membuat wanita lebih berpotensi hipertensi adalah program Keluarga Berencana (KB). Di Indonesia KB umumnya dilakukan wanita, meski laki-laki juga sebenarnya bisa KB. Alat KB yang digunakan kebanyakan pil atau suntik. Pil atau suntik memicu munculnya hormon progesteron yang bisa menaikan tensi darah yang akhirnya memicu hipertensi. Kendati demikian program KB tidak salah karena sebagai upaya pemerintah dalam mengendalikan populasi.
Selain itu, program KB menyediakan banyak pilihan tidak hanya pil dan suntik. Contohnya ada program IUD yang lebih aman dari efek hormonal. “Makanya KB sekarang diarahkan ke IUD yang lebih aman karena tidak ada hormonnya,” katanya.
Walaupun wanita lebih rentan terkena hipertensi, ia menambahkan belum ada data pembanding yang menunjukkan jumlah penderita hipertensi pada wanita dan pria. Hanya berdasarkan pengalaman para dokter, hipertensi pada wanita bisa dipastikan lebih banyak dibandingkan hipertensi pada pria karena dua faktor tadi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak