Wanita hamil jangan sepelekan berat badan naik tiba-tiba


Bandung.merdeka.com - Wanita hamil sering menghadapi masalah berat badan yang naik tiba-tiba. Berat badan yang melonjak menjadi faktor risiko penyakit preeklampsi-eklampsi atau penyakit kehamilan disertai kejang.
Dr Yudi M Hidayat SpOG (K) mengatakan, berat badan ibu hamil bisa disebut ekstrem jika dihitung di luar berat badan bayi. Misalnya, jika ibu hamil mengalami peningkatan berat badan dua kilogram dalam setiap minggunya maka perlu dicurigai preeklampsi.
Penyakit preeklampsi biasanya disertai dengan peningkatan tekanan darah tinggi, pusing-pusing, stroke hingga kejang-kejang yang disebut eklampsi. Di Indonesia, preeklampsi-eklampsi menjadi salah satu dari tiga penyakit penyebab kematian ibu dan anak. Dua penyakit lainnya adalah pendarahan dan infeksi.
Khusus mengenai preeklampsi-eklampsi, kata dr Yudi yang juga Ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi (POGI) Jawa Barat, sejauh ini belum diketahui penyebabnya. “Makanya preeklampsi-eklampsi disebut the disease of theory, artinya penyakit yang masih berupa teori-teori saja, belum ada penjelasannya,” terang Yudi, saat berbincang dengan Merdeka Bandung baru-baru ini.
Menurutnya, eklapmsi berasal dari bahasa Latin yakni berarti “kilat”. Artinya, dari preeklampsi menjadi eklampsi kejadiannya sangat cepat seperti kilat.
“Dan itu susah dicegah dari preeklapmsi ke eklampsi kalau tidak terdeteksi dari awal,” terang dokter RSHS yang juga pengajar di FK Unpad.
Di Indonesia penyakit ini diperkirakan cukup tinggi dengan prevalensi 100 kehamilan normal sekitar 12 persennya preeklampsi. Jumlah persalinan di RSHS sendiri sekitar 300 sebulan. Dari jumlah tersebut enam sampai tujuh orang prerklampsi-eklampsi.
Kendati penyakit ini disebut the disease of theory, tetapi bisa dicegah dengan cara pemeriksaan rutin. “Pemeriksaan kesehatan ibu hami penting untuk mengontrol kesehatan, termasuk deteksi preeklampsi,” katanya.
Penting juga mengenal faktor risiko preeklampsi seperti berat badan naik drastis, adanya penyakit darah tinggi (hipertensi), nikah terlalu muda atau terlalu tua, stroke.
“Di Indonesia masih banyak yang hamil terlalu muda sehingga sering penyakit seperti itu, secara psikis belum siap dan sebagainya, atau hamil terlalu tua. Keduanya ada di Indonesia, di luar negeri kan tidak begitu,” ujarnya.
Dengan pemeriksaan rutin, penyakit preeklampsi bisa dideteksi dari awal. Sehingga pengobatan bisa dilakukan agar tidak sampai menjadi eklampsi yang berakibat buruk bagi ibu hamil.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak