Bandung dinilai makin macet

user
Muhammad Hasits 22 Oktober 2016, 13:19 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Macet, hingga saat ini menjadi masalah yang sulit dientaskan di Bandung. Nyatanya, arus lalu lintas Kota Kembang kini semakin macet khususnya pada beberapa titik keramaian. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dinilai tak memberikan solusi atas kemacetan.

Pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono Wibowo mengatakan, selama ini perihal solusi yang ditawarkan Wali Kota Bandung untuk mengatasi kemacetan seperti bus sekolah gratis nyatanya tak berdampak apapun.

"Bus sekolah ataupun angkutan umum gratis nyatanya tidak memberikan solusi, itu bukan solusi mengatasi kemacetan tetapi hanya mengenalkan angkutan umum yang saat ini lebih terasa nyaman," ujar Sony kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Jalan Anggrek, Jumat (21/10).

Kata Sony, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kemacetan di antaranya adalah bagaimana pemerintah kota memberikan jaminan waktu saat masyarakatnya menggunakan angkutan umum.

"Bagaimana kita diberi jaminan waktu. Kalau naik angkot pasti ya enggak apa-apa asalkan bisa memberi jaminan kenyaman dan angkotnya enggak ngetem-ngetem. Itu kan yang bikin orang kesel karena lama dijalan," jelasnya.

Tak hanya soal angkutan umum, warga Bandung juga harus membangun kultur untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor kala menjangkau lokasi yang cukup dekat.

"Yang jadi masalah itu kan infrastruktur. Jangan bandingkan jalan kaki di Singapura sama di Eropa, di sana memang nyaman. Kalau di sini ya lihat saja infrastukturnya apakah bisa membuat nyaman para pejalan kaki atau tidak," terangnya.

Namun, lanjutnya, dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengatasi masalah macet di Bandung. Kemacetan bukan masalah yang bisa dituntaskan dalam waktu satu atau dua tahun, namun cukup panjang.

Dibutuhkan kekompakan antara pemerintah kota dan masyarakatnya untuk bekerjasama mengentaskan kemacetan di Bandung.

Kredit

Bagikan