Ingat, musim hujan nyamuk pada bertelur

Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus
Bandung.merdeka.com - Musim hujan yang akhir-akhir ini mengguyur Bandung dan sekitarnya mengingatkan kita untuk selalu waspada pada penyakit. Salah satu penyakit yang mengintai dan harus diwaspadai adalah demam berdarah dangue (DBD).
Virus DBD disebarkan oleh dua jenis nyamuk, yakni Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dr. Anggraeni Alam dari Rumah Sakit Hasan Sadikin mengatakan, musim hujan menjadi kesempatan pada nyamuk-nyamuk tersebut untuk kawin dan berkembang biak.
“Curah hujan terutama yang byar pet seperti ini, ada kering dan basahnya itu tempatnya DBD karena memberi kesempatan bagi nyamuk untuk briding atau bertelur hingga menghasilkan nyamuk dewasa,” jelas Anggraeni Alam saat dihubungi Merdeka Bandung, baru-baru ini.
Menurutnya, waktu pertumbuhan nyamuk demam berdarah untuk menjadi dewasa hanya perlu waktu 7–8 hari. Usia nyamuk dewasa bisa mencapai sebulan. Namun penyakit DBD saat ini sudah tidak tergantung musim, karena selalu ada sepanjang tahun. Hanya saja pada musim hujan jumlah nyamuk bisa meningkat. “Sekali bertelur banyak sekali,” katanya.
Meski sudah rutin dan tidak tergantung musim, demam berdarah tetap harus diwaspadai. Penyakit mematikan ini bisa menyerang anak dan dewasa.
Mengenai pencegahan, dr. Anggraeni mengingatkan metode 3M, yakni mengubur benda-benda tak terpakai yang bisa menampung air hujan, menguras penampungan air dan membuang wadah atau tempat lainya yang bisa menjadi sarang nyamuk.
Ia mengatakan, program kerja bakti atau bersih-bersih warga yang biasa dilakukan warga akan efektif mencegah perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
“Misalnnya apabila ada air menggenang di tempat makanan binatang, kontainer, dispenser talang air plastik sampah dan barang lainnnya bisa diamankan. Nyamuk maunya di tempat-tempat demikian,” katanya.
Ia menambahkan, sifat nyamuk demam berdarah tidak mau bertelur di air yang mengalir atau berada di atas tanah. Mereka lebih menyukai tempat-tempat yang ekslusif.
Pencegahan lainnya tentu saja dengan menghindari dari gigitan nyamuk. Misalnya memakai pakaian lengan panjang dan media lainnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak