Ghost Garden, game kuntilanak berbentuk permen imut


Ghost Garden
Bandung.merdeka.com - Bagaimana jadinya jika hantu-hantu lokal khas Indonesia menjadi objek game? Ini hanya ada di game Ghost Garden yang baru-baru ini diluncurkan Game Lokal Indonesia (GLI), sebuah game developer berbasis di Cimahi, Jawa Barat.
CEO GLI Fauzil Hamdi menjelaskan, Ghost Garden merupakan game dengan genre 3 match game. Kontennya mengolah tema-tema hantu lokal yang berkembang dalam mitos masyarakat Indonesia, seperti kuntilanak, pocong, hingga genderuwo.
"Ghost Garden membawa suasana mistis namun juga ada kesan lucu, karena karakter hantu-hantunya dibuat menjadi seperti permen imut," kata Fauzil Hami, kepada Merdeka Bandung, Sabtu (15/10).
Seperti halnya game 3 match lainnya, cara memainkan Ghost Garden tinggal menggeser hantu-hantu yang berbentuk permen manis ke kanan, kiri, atas, bawah hingga membentuk tiga baris hantu sama.
Barisan hantu lebih dari tiga akan menjadi spesial dan menimbulkan kehancuran secara animasi.
"Efek animasinya mengagumkan. Jadi kamu tidak akan bosan," katanya.
Game ini memiliki 100 level grastis saat pertama kali diunduh. Tiap levelnya mempunyai misi berbeda dan tantangan berbeda pula. Semakin tinggi level akan semakin sulit permainan. "Namun jangan khawatir kamu dapat menggunakan booster yang akan siap membantumu menyelesaikan misi," ujarnya.
Penasaran ingin mencoba? Unduh saja di link Google Play: https://play.google.com/store/apps/details?id=gli.ghostgarden, Gratis! "Jangan lupa komen dan rate game ini, selain memajukan developer lokal, kamu juga membantu melestarikan budaya Indonesia," ujar Fauzil.
Untuk diketahui, GLI merupakan game developer asal Indonesia yang mempunyai visi membawa konten lokal kepada dunia melalui games. Sebelumnya GLI memperkenalkan sejarah Indonesia dengan game Diponegoro, dongeng asli Indonesia yaitu; Timun Mas, dan terbaru Ghost Garden. Semuanya bisa diunduh di Google Play.
Ghost Garden sendiri dibuat sebagai alternatif dari membanjirnya game-game impor bertema hantu, misalnya Halloween. Jika Halloween terkenal dengan hantu-hantu barat-nya seperti Annabel, Jason, atau Fredie, maka Ghost Garden 'menandinginya' dengan menghadirkan bermacam-macam hantu lokal.
"Mungkin bagi orang Indonesia tidak akan takut mendengar nama hantu-hantu Halloween. Orang Indonesia akan lebih takut dengan kuntilanak, pocong atau genderuwo," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak