Kapusarda berikan pelatihan pengelolaan perpustakaan ke 151 kelurahan

user
Farah Fuadona 13 Oktober 2016, 14:45 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Kapusarda) Kota Bandung memberikan pelatihan pengelolaan perpustakaan kepada 151 perwakilan kelurahan. Hal ini merupakan bagian dari program untuk meningkatkan indeks literasi di Kota Bandung menjalar hingga ke kelurahan.

Kepala Seksi Pengelolaan Perpustakaan, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Kapusarda) Kota Bandung, Neti Supriati mengatakan, berbagai program disiapkan agar buku bisa menjangkau hingga gang-gang kecil di wilayah-wilayah. Dia mencontohkan program yang mulai berjalan saat ini seperti perpustakaan keliling menggunakan mobil perpustakaan.

"Namun, kondisi kewilayahan yang kerap dihadapkan dengan gang-gang kecil tidak memungkinkan mobil tersebut untuk masuk ke wilayah tersebut. Atas inovasi dari beberapa kelurahan dan instruksi Wali Kota Bandung, kini telah hadir gerobak baca dan library box. Keduanya menjadi jawaban dari masalah ketidakterjangkauan wilayah sempit oleh perpustakaan," ujar Neti kepada wartawan saat acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis (13/10).

Neti menuturkan, melalui gerobak baca warga bisa mendapatkan akses ke perpustakaan sederhana melalui gerobak-gerobak berisi buku. Lain halnya dengan library box yang ditempatkan di ruang-ruang interaksi warga, seperti pos kamling, pangkalan ojek, taman, hingga mall. "Sekarang orang tidak bisa lagi mengatakan buku itu mahal dan susah diakses. Kita hadir menjemput para pembaca untuk membawa pengetahuan kepada mereka," katanya.

Sebagai bentuk pendampingan, pihak Kapusarda Kota Bandung telah memberikan pelatihan pengelolaan perpustakaan kepada 151 perwakilan tiap-tiap kelurahan. "Pelatihannya sudah selesai di 151 kelurahan. Tinggal aktivasi di wilayah-wilayah belum seluruhnya optimal," ujarnya.

Neti melanjutkan, adapun perpustakaan-perpustakaan yang ada di taman-taman dan kelurahan sebagian telah memiliki pengelola tetap. Pengelolaan tersebut sebagian besar dilakukan oleh komunitas-komunitas literasi dan organisasi seperti Karang Taruna dan PKK.

Neti menjelaskan, telah ada 15 perpustakaan taman yang sudah memiliki pengelola sendiri. Perpustakaan yang berada di kewilayahan dan taman-taman mendapatkan pasokan buku dari Kapusarda Kota Bandung. Sistem yang dilakukan adalah pinjam pakai. "Kita tidak bisa memberikan hibah secara permanen karena bukan kewenangan Kapusarda," jelasnya.

Saat ini koleksi buku Kapusarda sudah mencapai 74 ribu eksemplar. Setiap tahunnya Kapusarda menargetkan ada 6 ribu penambahan buku baru. Per Agustus 2016, jumlah pengunjung Kapusarda sudah mencapai 22.834 orang

Kredit

Bagikan