Ribuan kaset pita tumpah di Festival Kaset Bandung

Festival Kaset Bandung
Bandung.merdeka.com - Mengunjungi Festival Kaset Bandung seperti diajak ke era 80-an di mana alat pemutar musik kaset pita (compact casette) sedang jaya-jayanya. Di festival ini dipamerkan ribuan kaset yang berisi musik dari beragam genre, mulai rock, klasik, pop, underground, dan lain-lain.
Festival Kaset Bandung yang mengusung tema “Kaset Dalam Khasanah Budaya Bangsa” digelar di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) Jalan Naripan, Bandung, selama dua hari, Sabtu dan Minggu pekan ini.
Setidaknya ada 31 kolektor atau penjual kaset mengikuti hajatan langka ini. Mereka memamerkan kaset-kaset koleksi mereka yang sudah sulit didapat di pasaran. Festival ini juga menjadi wadah pertemuan penjual dan kolektor kaset sekaligus regenerasi hobi koleksi kaset.
Pengunjung yang datang ke festival ini tidak hanya pemuda 90-an, banyak anak muda yang hidup di era digital yang kemudian menyukai kaset pita yang konvensional.
Festival ini digagas komunitas penggemar artwork Bandung, Illuminator School, yang bekerja sama dengan kolektor rilisan fisik Cihapit Skool of Rock.
Pendiri komunitas Illuminator School, Didin Krisnaedy Purwanda Supartawidjdja mengatakan, festival ini digelar dalam rangka memperingati Hari Radio Nasional 11 September lalu, hari kaset sedunia (Casette Store Day) 7 September dan peringatan HUT Bandung yang ke-206.
“Ada ribuan kaset dari berbagai genre musik dari dalam maupun luar negeri di acara ini. Festival ini diharapkan bisa menarik banyak kolektor untuk hadir dan berbisnis. Acara ini juga diharapkan bisa menjadi ajang silaturahmi bagi mereka yang pernah merasakan era kejayaan kaset pita,” kata Didin.
Lebih jauh, festival ini diharapkan bisa melahirkan generasi baru penyuka kaset pita. Sehingga industri kaset kembali menggeliat. Rencananya festival ini akan terus digelar tiap tahunnya untuk mewarnai keberagaman Bandung.
Selain kaset, festival ini menghadirkan CD dan piringan hitam, aksesoris band, dan lain-lain. Harga kaset yang dijual antara Rp 20 ribu sampai Rp 100 ribu. Untuk kaset, cd, piringan hitam yang langka harganya bisa mencapai jutaan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak