Tingkatkan keamanan saiber Tel-U kerjasama dengan University of Oxford

Telkom University
Bandung.merdeka.com - Telkom University (Tel-U) Bandung menjalin kerja sama dengan University of Oxford terkait peningkatan keamanan internet (cyber security). Kerjasama ini membuahkan Seminar dan Workshop Cybersecurity Capacity dan Forum Group Discussion (FGD) yang akan melahirkan Buku Putih (White Paper) tentang Keamanan Saiber di Indonesia.
Rektor Telkom University Mochamad Ashari mengatakan, kerjasama tersebut terjalin antara Tel-U, Kementerian Kominfo RI dan University of Oxford. Lingkupnya meliputi riset tentang saiber.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kerjasama ini. Ini merupakan kebanggaan bagi Tel-U dapat menjalin kerja sama dalam hal riset tentang saiber ini,” kata Mochamad Ashari, melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung, Selasa (29/3).
Ia mengatakan, dengan perubahan teknologi informasi yang sangat cepat, sepuluh tahun lagi diprediksi akan ada 50 miliar peralatan yang terhubung melalui internet.
“Karena itu cyber security menjadi sesuatu yang sangat penting, dalam hal ini keamanan dan regulasi pemerintah menjadi kata kunci,” ujarnya.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo, Bambang Heru Tjahjono, menegaskan kerjasama ini merupakan bagian dari langkah pemerintah menjalankan roadmap tentang saiber di Indonesia.
Menurutnya, saat masyarakat kita sudah mulai terbiasa dengan transaksi online, maka data pribadi seperti nama dan alamat sudah terbuka di dunia maya.
Hal itu membuat risiko yang ditanggung masyarakatakan semakin besar. “Di sini pemerintah harus siap menjamin keamanan warganya, termasuk keamanan di dunia maya,” katanya.
Pakar Bidang Informasi dan Oxford Internet Institute, University of Oxford, Ian Brown mengimbau pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan dengan matang sejumlah faktor berkaitan dengan penerapan keamanan saiber (cyber security).
“Ada beberapa hal seperti mempersiapkan manajemen krisis dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan persiapan respon insiden saiber nasional ini dikelola dengan baik,” ujar penulis buku Regulating Code.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak