Bagaimana rasanya berkemah di tengah kota?

Berkemah di Taman Pramuka
Bandung.merdeka.com - Hampir tiap pekan Taman Pramuka menjadi tempat kegiatan Pramuka tingkat SD hingga SMA, kadang perguruan tinggi. Mereka berkemah di hutan tengah kota, di bawah rimbunnya pohon trembesi berusia ratusan tahun.
Pantauan Merdeka Bandung Sabtu (13/2), di salah satu sudut Taman Pramuka berdiri beberapa tenda. Tampak sejumlah pramukan dari sebuah SMP di Bandung menjalankan aktivitas di depan tenda dan di lapangan Taman Pramuka.
Sementara arus lalu lintas dapat dilihat melalui celah pohon dan rumput pagar. Taman yang dibangun zaman Belanda itu memang berada di tengah kota Bandung, posisinya di Jalan Riau (Martadinata).
Di komplek Taman Pramuka berdiri Sekretariat Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bandung. Anak-anak pramuka tersebut tengah menjalankan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami).
“Tahun ini Persami baru dimulai lagi. Pesertanya kebanyakan dari Gugus Depan tingkat SD hingga SMA, kadang perguruan tinggi,” jelas Humas Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bandung, Benny Kurniawan, kepada Merdeka Bandung, Sabtu (13/2).
Menurutnya, Taman Pramuka sebagai pilihan bagi anggota pramuka untuk berkemah. Keberadaan Taman Pramuka di pusat Kota Bandung tidak menjadi halangan bagi penanaman pendidikan karakter kepramukaan.
“Untuk pramuka tingkat awal, tempat bisa menjadi pengenalan pertama berkemah sambil menanamkan nilai-nilai kebersamaan, mengasah mental tanpa haris diuji di hutan yang sebenanarnya,” kata dia.
Menurutnya, kadang ada kesalahpahaman bahwa mengasah mental atau survival seharusnya di hutan belantara. Padahal survival tidak harus terkait dengan hutan. Hidup bermasyarakat di tengah kota pun membutuhkan survival.
“Di kepramukaan ada banyak cara untuk melatih survival, salah satunya dengan berkemah, tinggal di rumah-rumah warga atau homestay dan lain-lain. Nah untuk lanjutan bisa dilakukan di hutan sungguhan,” terangnya.
Materi yang diajarkan di Taman Pramuka meliputi materi dasar pendidikan karakter. Materi diberikan lewat berbagai permainan yang ada dalam Pramuka.
“Tentu materinya disesuaikan dengan kondisi fisik peserta, tanpa kekrasan atau tekanan karena Pramuka pada dasarnya tak kenal kekerasan, kami sifatnya kebersamaan,” katanya.
Dengan kemah di Taman Pramuka, tambah dia, diharapkan tertanam kedisiplinan, kemandirian, persahabatan, kebersamaan atau tenggangrasa. Semua itu diselingi dengan permainan tali-temali, memasang tenda, morse dan lainnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak