Ini penyebab kenapa sudah diet tapi gagal kurus

Ilustrasi gemuk
Bandung.merdeka.com - Berbagai cara telah dilakukan untuk menguruskan badan, mulai dari diet, olahrga, mengonsumsi makanan sehat tapi tak kunjung menuai hasil. Lantas kenapa orang gendut sulit kurus?
Menurut blog milik seorang ahli pembentukan tubuh Jason Ferruggia, ada beberapa alasan mengapa orang gemuk sulit menguruskan badan. Berikut beberapa alasan yang diambil dari blog miliknya www.jasonferruggia.com yang dikuti Merdeka Bandung.
Kalori seimbang
Banyak orang menganggap bisa memakan apa saja selama Anda tak memakan karbohidrat. Hal ini kurang tepat, karena tubuh membutuhkan asupan gizi seimbang.
Itulah mengapa walau sudah melakukan diet keras tapi tetap tidak berhasil. Karena fokusnya hanya pada makanan sehat bukan pada kandungan gizi pada makanan yang dibutuhkan oleh tubuh.
Kekurangan kalori berakibat produksi hormon tiroid yang berkurang. Tiroid adalah kelenjar yang terletak di leher bagian depan yang berbentuk seperti kupu-kupu dan seringkali mudah untuk diraba. Gangguan yang terjadi pada kelenjar ini bisa akibat ukurannya atau produksi hormonnya yang tidak seimbang. Kekurangan tiroid berakibat mudah lelah, kulit kering, dan rasa nyeri.
Kurang tidur
Tak hanya kebanyakan tidur, kurang tidur pun juga bisa menyebabkan orang sulit kurus. Hal ini karena ketika tidur manusia memproduksi insulin di dalam tubuhnya.
Insulin diproduksi di pankreas. Insulin adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat.
Hormon ini bertugas mengatur metabolisme di dalam tubuh yang akan mempengaruhi jaringan tubuh lainnya.
Stres
Ketika stres tubuh akan memproduksi hormon yang dikenal sebagai kortisol. Kortisol adalah hormon steroid dari golongan glukokortikoid.
Kortisol dapat mengubah sistem saraf pusat. Hal ini dapat mempengaruhi perilaku dan aspek psikologis individunya, seperti depresi.
Penderita depresi tanpa terapi hormon glukokortikoid, juga sering menunjukkan peningkatan dan perubahan pola waktu sekresi kortisol yang diikuti dengan perubahan jam biologis. Mengakibatkan peningkatan lemak walau telah melakukan diet dan latihan yang sempurna.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak