Cara berlalu lintas jadi tolak ukur kedewasaan seseorang

Satlantas sosialisasi aturan berlalu lintas
Bandung.merdeka.com - Cara berlalu lintas mencerminkan kepribadian seseorang. Kematangan emosi atau mental dan kedewasaan dapat dilihat dari prilaku di jalan.
Kepala Program Studi Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Unpad, dr. Teddy Hidayat, mengatakan banyak kasus kecelakaan lalu lintas yang disebabkan faktor manusia. Bahkan, tidak sedikit korban yang berusia remaja.
Banyaknya korban kecelakaan yang berusia muda, menurut Teddy, terkait dengan kematangan atau maturitas emosi.
“Anak muda kan kalau disusul panas, keserempet sedikit marah terus ngejar orang yang nyerempetnya. Itu terkait pengendalian emosi masih rendah sehingga rentan perilaku arogan, kekerasan di jalan dan kecelakaan,” kata dia kepada Merdeka Bandung.
Meski demikian, tidak jarang orang tua yang berperilaku kekanak-kanakan saat sedang di jalan raya, terutama pengendara sepeda motor. Sedangkan untuk pengendara mobil, menurutnya relatif lebih terkendali dalam berlalu lintas.
“Pengendara di Indonesia kalau mobil masih lumayan, tapi yang paling tidak teratur itu motor. Kalau dari data kan angka kecelakaan terbesar itu pengendara motor,” terangnya.
Kecelakaan atau ketidakdisiplinan berlalu lintas pada anak muda juga lebih rentan. Sebab usia muda rawan terjerumus penyalahgunaan narkoba dan minuman beralkohol.
Selain itu, lanjut dia, tidak jarang pula anak yang belum cukup umur sudah mengendarai sepeda motor, bahkan mobil. Hal ini, kata Teddy, dipengaruhi faktor orang tua.
Menurutnya, orang yang sudah cukup umur pun tidak semuanya boleh memegang kendaraan. Karena orang yang boleh mengendalikan kendaraan artinya harus sudah dewasa dan bisa mengendalikan emosinya saat berlalu lintas.
“Jadi bukan hanya faktor umur sebenarnya, tapi kedewasaan jauh lebih penting dalam berlalu lintas. Kedewasaan menghargai sesama pengendara, pejalan kaki dan segala macam,” katanya.
Mengenai perilaku berlalu lintas di Indonesia, khususnya di Bandung, ia menilai masih belum mencapai tingkat kedewasaan. Kendati demikian, kondisi tersebut masih bisa diperbaiki.
Untuk anak muda, kedisiplinan berlalu lintas masih bisa diperbaiki. Sebab anak muda masih dalam proses menuju kematangan emosi. Tapi bagi yang usianya sudah dewasa namun masih berprilaku seperti anak kecil, ia berharap ada penegakan aturan atau sanksi yang tegas.
Sanksi tersebut, kata dia, bukan hanya dari aparat penegak hukum tetapi bisa juga sanksi sosial. “Misalnya kalau orang pakai kendaraan dengan kenalpot keras mengganggu semua orang mestinya sosial juga menghukum,” katanya.
Masalah berlalu lintas adalah masalah karakter. Masalah karakter inilah yang seharusnya disentuh gerakan revolusi mental yang digaungkan Presiden Jokowi. “Bagaimana disiplin memenuhi peraturan, mengendalikan diri itu kan yang harus direvlusi mental,” katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak