Benarkah paru-paru basah disebabkan karena tidur di lantai?

http://www.alodokter.com/
Bandung.merdeka.com - Tentu Anda sering mendengar kata-kata ini, "Jangan tidur di lantai, nanti kena paru-paru basah". Tapi benarkah tidur di atas lantai bisa menyebabkan penyakit paru-paru basah?
Sebenarnya istilah paru-paru basah sendiri tidak dikenal dalam dunia medis. Penggunaan istilah ini lebih populer di kalangan masyarakat awam. Lalu apa penyebab penyakit ini?
Menurut Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Paru RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Dr. M. Harun, penyakit paru-paru ini lebih disebabkan oleh kuman, virus dan jamur. Penyebabnya karena pencemaran udara, makanan dan minuman yang terkontaminasi dan ruangan yang lembab.
Tanda dan ciri-ciri penyakit paru-paru basah adalah adanya batuk yang tak mau berhenti. Batuk ini bisa jadi indikasi adanya infeksi baik itu terjadi pada tenggorokan maupun paru-paru.
Infeksi ini menyebabkan cairan berlebihan di dalam rongga pleura. Pleura adalah lapisan tisu tipis yang menutupi paru-paru dan melapisi dinding bagian dalam rongga dada. Melindungi dan membantali paru-paru.
Jaringan ini mengeluarkan sejumlah kecil cairan yang bertindak sebagai pelumas yang memungkinkan paru-paru untuk bergerak dengan lancar di rongga dada saat bernapas. Namun ketika cairan tersebut berlebihan dan menumpuk maka bisa menimbulkan gejala-gejala tertentu, seperti nyeri dada saat menarik dan membuang napas, batuk, demam serta sesak napas.
Gejala efusi pleura biasanya terasa jika kondisi ini sudah memasuki level menengah atau parah. Jika penumpukan cairan masih tergolong ringan, biasanya penderita tidak akan merasakan gejala apa-apa. Efusi pleura bukan merupakan suatu penyakit melainkan sebuah gejala serius yang dapat mengancam jiwa penderita.
Gejala efusi pleura biasanya terasa jika kondisi ini sudah memasuki level menengah atau parah. Jika penumpukan cairan masih tergolong ringan, biasanya penderita tidak akan merasakan gejala apa-apa.
Pada keadaan normal, rongga pleura hanya mengandung sedikit cairan sebanyak 10-20 mililiter yang membentuk lapisan tipis pada pleura parietalis dan viseralis. Fungsi utama sebagai pelicin gesekan antara permukaan kedua pleura pada waktu pernafasan.
Penyakit-penyakit yang dapat menimbulkan efusi pleura adalah tuberkulosis, infeksi paru non-tuberkulosis, keganasan, sirosis hati, serta gagal jantung kongestif.
Ketika Anda mendapati batuk yang tak kunjung berhenti, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dan obati dengan benar. Sebab penyakit paru-paru basah bisa bertambah parah jika tidak mendapat pengobatan dari awal.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak