Menjamin ketersediaan air, Bank Indonesia resmikan PSBI

Bank Indonesia resmikan PSBI
Bandung.merdeka.com - Menjamin ketersediaan air untuk tanaman, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat meresmikan pembangunan pipanisasi dan urban farming sebagai bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Pembangunan pipanisasi dan Urban Farming ini merupakan bantuan PSBI yang masing-masing diberikan kepada Gabungan kelompok Tani Lembang Agri dan Pondok Pesantren Al Fallah dan At-Taqwa.
Bantuan PSBI ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bank Indonesia dalam mendukung program kerja pengendalian inflasi melalui pembinaan atau pendampingan kepada klaster binaan dan pengembangan ekonomi syariah.
"Tujuan dari pemberian PSBI pembangunan pipanisasi kepada Gabungan Kelompok Tani Lembang Agri ini adalah untuk menjamin ketersediaan air untuk tanaman yang dapat dipergunakan untuk menyiram ketika kemarau, penyemprotan tanaman, maupun pemupukan cor," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Wiwiek Sisto Widayat dari siaran berita yang diterima Merdeka Bandung, Kamis (19/10).
Kegiatan ini juga digelar dalam rangka meningkatkan produktivitas, kualitas dan kontuinitas sayuran dalam rangka peningkatan produktivitas lahan pertanian.
"Sedangkan tujuan pemberian PSBI Urban Farming kepada Pondok Pesantren Al-Fallah dan At-Taqwa adalah selain mendukung tugas BI dalam melaksanakan pengembangan ekonomi syariah melalui program pengembangan ekonomi pesantren," jelasnya.
Pemberian bantuan PSBI ini dilakukan untuk mendukung tugas utama Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi melalui program Pesantren Peduli Inflasi.
Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Abubakar menyampaikan apresiasinya terhadap Bank Indonesia akan kepedulian terhadap sektor pertanian di Kabupaten Bandung Barat.
"Program pengembangan UMKM dapat dijadikan salah satu pilot project dalam pengembangan UMKM terutama sektor pertanian di Bandung Barat," tutur Abubakar.
Pemberian bantuan pembangunan pipanisasi dan urban farming ini diharapkan dapat bermanfaat dan semakin meningkatkan produktivitas para petani dan para santri di pondok pesantren serta lingkungan sekitar sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan pondok pesantren yang berimplikasi maksimal terhadap pengendalian inflasi khususnya ketahanan pangan di Provinsi Jawa Barat.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak