Kenali penyakit pneumonia pada anak berikut tanda-tandanya


Nastiti Kaswandani
Bandung.merdeka.com - Tahukah Anda bahwa setiap menit ada enam anak di berbagai daerah di dunia meninggal karena pneumonia dan diare. Mungkin masih banyak yang belum tahu apa itu pneumonia. Padahal, penyakit tersebut terbilang sangat berbahaya, khususnya bagi anak-anak.
Pneumonia merupakan radang akut yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. Pneumonia adalah manifestasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang paling berat karena dapat menyebabkan kematian.
Pada tahun 2015, World Health Organization (WHO) melaporkan hampir enam juta balita meninggal dunia, 16 persen dari jumlah tersebut disebabkan oleh pneumonia sebagai pembunuh balita nomor satu di dunia.
Berdasarkan data Badan PBB untuk anak-anak yakni Unicef pada 2015 terdapat kurang lebih 14 persen dari 147.000 anak di bawah usia lima tahun di Indonesia meninggal karena pneumonia. Dari statistik tersebut, dapat diartikan sebanyak dua dan tiga anak di bawah usia lima tahun meninggal karena pneumonia setiap jamnya.
"Salah satu penyebab terjadinya komplikasi pneumonia juga bisa karena campak," ujar Nastiti Kaswandani, Ketua UKK Respirologi PP-Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) saat ditemui di kawasan Jalan Lembong, Sabtu (26/11).
Nastiti menjelaskan, tanda-tanda bahwa balita mengalami pneumonia adalah peningkatan frekuensi napas, sehingga anak tampak sesak. Selain itu, jika diamati pada daerah dada tampak retraksi atau tarikan dinding dada bagian bawah setiap kali anak menarik napas.
"Batasan frekuensi napas cepat pada bayi kurang dari dua bulan adalah lebih atau sama dengan 60 kali per menit, pada bayi 2 hingga 12 bulan adalah 50 kali per menit sedangkan usia 1 hingga 5 tahun adalah 40 kali per menit," ujarnya.
Pencegahan bayi dari sakit karena pneumonia, kata dia, terutama dilakukan dengan memberikan imunisasi lengkap kepada bayi. Imunisasi lengkap mencakup beberapa jenis imunisasi terkait dengan pneumonia dapat menurunkan kejadian pneumonia sebesar 50 persen.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak