Jadi anak pramuka, membawa perempuan ini keliling Indonesia
Ririn Susilawati
Bandung.merdeka.com - Mendengar kata pramuka orang akan langsung mengaitkannya dengan kegiatan berkemah, bernyanyi, dan beragam kegiatan outdoor lainnya. Namun Ririn Susilawati (25) memiliki pandangan lain tentang pramuka. Dia ingin mengubah paradigma masyarakat mengenai pramuka. Bahwa mengikuti kegiatan ini bisa membawamu keliling Indonesia.
"Jadi di Pramuka tak hanya kegiatan berkemah, tapi ada bagian lainnya. Saya memilih Satuan Karya Pramuka (SAKA) Bahari di Kwarcab Kota Bandung," ujar Ririn kepada Merdeka Bandung.
Dulu sebelum bergabung di SAKA Bahari, Ririn mengaku tak bisa berenang tapi setelah itu ia mendapat pelatihan. Tak hanya itu dari kegiatan ini, ia banyak mendapat ilmu tentang kelautan. Usaha, kecintaan serta kerja kerasnya lantas membuatnya dipercaya mewakili Kota Bandung dalam sejumlah event bahari nasional.
Pada tahun 2009, ia berkesempatan mengikuti ekspedisi kelautan pramuka Indonesia dalam rangka WOC (world ocean conference) & CTI (coral triangle initiative) summit yang digelar di Manado. Di tahun yang sama, ia juga menjadi bagian dari acara Sail Bunaken yakni upacara bendera bawah laut pertama di Indonesia di Malalayang Manado.
Tak hanya event berskala nasional, event berskala internasional pun pernah ia ikuti. Salah satunya yakni saat gelaran event Sail Banda. Sail Banda sendiri merupakan event internasional tahunan untuk memperkenalkan potensi wisata bahari Indonesia di Ambon.
Kegiatannya terus berlanjut, yaitu ketika tahun 2010 ikut ambil bagian dalam kegiatan perkemahan Antar Saka Nasional dan pengenalan pulau terluar Indonesia, Pulau Nipah di Batam. Bersama perwakilan anggota pramuka di seluruh Indonesia. Mereka dikenalkan mengenai kehidupan sosial di pulau yang paling dekat dengan Negara Singapura dan Malaysia.
Kegiatan yang sama juga diikutinya dalam Pelayaran Pramuka Nusantara 1 untuk penganalan Pulau Sebatik dan Nunukan dan Pelayaran Pramuka Nusantara 2 di Lombok Timur dan mengeksplore Pulau Derawan di Kalimantan Timur.
"Saya Hanya anak pramuka yang mencoba merubah paradigma masyarakat mengenai pramuka 'katanya' hanya bisa berkemah, bernyanyi dan bertepuk tangan," ujar perempuan yang pernah menjadi Wakil Ketua Dewan Kerja Cabang Kota Bandung ini
Selepas menanggalkan jabatannya di Pramuka Kwarcab Bandung, Ririn masih aktif di Pramuka sebagai pembina. Ia aktif mengajar pramuka di beberapa sekolah di Kota Bandung.
"Saya membina pramuka di SMP Taruna bakti dan menjadi pemateri di beberapa kegiatan pramuka. Saya sering diminta mengisi diklat atau materi-materi kepramukaan di sejumlah sekolah," kata Ririn, yang ternyata pernah mengikuti Mojang Jajaka Kota Bandung 2012 dan mendapat gelar atribut Mojang Mimitran (persahabatan) ini.
Tag Terkait
Khoiruddin, doktor tercepat dari ITB dengan 36 publikasi scopus
Keren! mahasiswa ITB ciptakan smart CCTV yang bisa kenali wajah penyusup
Brotherhood Til Jannah dan kisah mantan anggota geng motor hijrah di Bandung
Kampung toleransi ini jadi bukti keharmonisan antar umat beragama di Bandung
Keren! Jam bambu bikinan Indonesia Bamboo Community tembus hingga ke Brazil
Lelah jadi karyawan, Bobby keluar dan sukses bisnis laundry sepatu
Belajar dari Imat, pria difabel sukses budidayakan daung bawang
Kisah inspiratif para mantan napi rintis usaha di Bandung
Kisah kakek Roi tetap semangat berjualan bajigur di usia 84 tahun
Pesan kakek penjual balon ini menyentuh banget