Pameran ini ajak pengunjung peduli dengan hal-hal kecil
Pameran Seni Kota Bandung
Bandung.merdeka.com - Agaknya peribahasa 'Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tak tampak' sesuai dengan pameran bertajuk 'I Know What I Do And I Do It Anyway'. Pameran yang menghadirkan karya seni berukuran mini ini menunjukkan bahwa sudah sepantasnya manusia perhatikan hal-hal kecil di sekelilingnya.
Kurator pameran yang diselenggarakan di Galeri Soemardja Institut Teknologi Bandung, Axel R. Ridzky, mengatakan karya seni yang hadir dalam pameran ini diharapkan bisa memberikan sebuah renungan akan keseharian. Akan hal-hal kecil di sekitar. Realitanya pada hari ini kehidupan sudah tidak bisa dibedakan lagi dengan kehidupan 'lain' dalam media sosial.
Adapun dalam media publik tersebut, keberadaan citraan diri dinilai sangat penting karena adanya kesadaran prestasi diri yang terbentuk atas penampilan maya mereka ditunjukkan pada khalayak ramai.
"Masyarakat sekarang cenderung memberikan label terhadap dirinya terutama di generasi muda untuk menilai seseorang kita cenderung melihat informasi yang diuploadnya ke dalam media sosial, seperti foto, video, pemilihan kategori musik, film, aktivitas keseharian dan makanan favorit," ujar Axel, Kamis (9/2).
Pameran yang berlangsung hingga Kamis (9/2) ini menghadirkan 59 karya. Beberapa karya diantaranya adalah; 'Kiblat' karya A. Y. Sekar F. dengan ukuran 15 x 15 x 15 cm; 'This is My Way' karya Karton dengan ukuran 14,5 x 14,5 x 13,5 cm; 'Too Mugs' karya Aurora Arazzi berukuran 15 x 13,5 x 9,5 cm; dan 'Popular Thoughts' karya Jasmine Ansori berukuran 15 x 15 cm.
Axel menjabarkan, dalam ruang lingkup seni, siapa saja bisa melihat apapun dengan mudahnya, dari mulai biografi, bagaimana proses berkaryanya, apa yang menjadi inspirasinya, karya terbaik, semua bisa lihat di sana.
"Ini merupakan tantangan bagi seniman yang cenderung masih muda, masih dalam proses mencari, berpikir tentang gagasan, merenung? Mencari ide sekarang sudah tidak lagi seperti kesambar petir. Ide bisa didapatkan hanya dengan membuka aplikasi pinterest. Tidak lagi mencari referensi yang didapat dengan usaha yang dalam," ujarnya.
Tag Terkait
Kompetisi Pasanggiri Ajak Siswa SD Cintai Budaya Seni Sunda
Seni Teatrikal 'Padamu Negeri Langit 7 Bidadari' Kental Akan Unsur Seni dan Budaya
Genjot Wisatawan, Pemkot Bandung Bertekad Memperbanyak Jumlah Kampung Kreatif
Doel Sumbang ingin lestarikan budaya Sunda lewat lagu
Bandung International Art Festival 2018 siap digelar akhir bulan ini
Kembangkan budaya dan homestay, NHI Bandung gandeng Washington University
Akhir pekan ini Nurdian Ichsan gelar pameran tunggal di Selasar Sunaryo Art Space
Ulang tahun ke-9, Majelis Sastra Bandung gelar diskusi akhir bulan ini
Keren, logo '.bdg' ini dilukis di atas permukaan genteng 132 rumah warga
51 Mahasiswa di Indonesia pecahkan rekor ORI main karinding