Mantan Pemain Asing Persib Ditunjuk Jadi Direktur Teknik

user
Muhammad Hasits 20 November 2018, 17:20 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (Persib) resmi memanggil kembali Miljan Radovic. Kali ini mantan pemain Persib itu ditunjuk sebagai Direktur Teknik Persib secara keseluruhan, termasuk Diklat dan Akademi Persib.

Penunjukan Miljan sebagai Direktur Teknik tak lepas dari hasil verifikasi Klub Profesional AFC kepada Persib, Oktober lalu. Dari 49 kategori penilaian, Persib tidak lolos satu kategori yakni ketiadaan Direktur Teknik. Selain telah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA A, pertimbangan kedekatan dengan Persib dan Bandung juga menjadi pertimbangan penunjukan Miljan.

Miljan Radovic bukanlah orang baru bagi Bobotoh. Miljan pernah menjadi bagian dari skuat Maung Bandung selama satu setengah musim, tepatnya musim 2010/11 dan 2011-12. Sebagai gelandang, ia sudah menyumbangkan 17 gol dan 28 assist selama berbaju Pangeran Biru.

Mantan pemain berjuluk "The Professor" ini tiba di Indonesia pada Minggu 18 November 2018. Saat ini Miljan Radovic talah berada di Bandung.

Di hari pertamanya sebagai Direktur Teknik, Miljan Radovic langsung bekerja. Agenda pertama yang dijalaninya adalah memantau latihan Persib U-16 dan U-19 di Lapangan PPI, Kota Bandung, Selasa 20 November 2018.

"Mereka sudah punya program. Saya enggak mau mengganggu yang sudah berjalan. Tapi, saya lihat pemain dan pelatih sudah bekerja dengan baik," kata Radovic seperti dikutip laman klub.

Persib U-16 sedang berjuang lolos ke babak 8 Besar Elite Pro Academy PSSI‎ U-16. Rahmat Hidayat dan kawan-kawan saat ini berada di peringkat kedua Grup A dan berusaha untuk menjadi juara grup dengan mengalahkan lawan terakhirnya, Sriwijaya FC, pekan depan.

Sementara Persib U-19 bersiap menghadapi laga final Liga 1 U-19 kontra Persija Jakarta. Ini akan menjadi laga final kedua bagi Maung Ngora setelah tahun lalu, M. Syafril Lestaluhu hanya menyabet runner-up.

Sebagai Direktur Teknik, Radovic‎ punya tugas penting dalam penyusunan program latihan, baik di level kelompok usia maupun tim senior. ‎Karena itu, ia membutuhkan komunikasi yang baik dengan pelatih senior, Mario Gomez dan Budiman sebagai pelatih Diklat Persib.

"Pekerjaan saya soal program latihan. Jadi mungkin besok saya bicara sama mereka, bukan dengan pemain. Sekarang, saya hanya ingin mencatat dan kalau mereka butuh diskusi soal taktik, saya akan senang membantu," ungkapnya.

Reaksi Manajemen Persib Soal Isu Suap Pemain

Manajemen Persib Bandung secara tegas membantah para pemainnya menerima suap saat laga melawan PSMS Medan, Jumat (9/11) lalu. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Persib kalah 0-1.

Dalam kabar yang beredar ada empat pemain yang dituduhkan menerima suap. Empat pemain tersebut yakni Supardi Nasir, Ardi Idrus, Ghozali Siregar, dan Eka Ramdani.

Manajer Persib Umuh Muchtar dengan tegas membantah kabar yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut. Menurut Umuh hal tersebut merupakan fitnah yang dituduhkan kepada para pemainnya.

"Hariono nangis, Saya dituduh menerima uang katanya Pak. Supaya kalah itu kan sangat gila. Saya tidak percaya sedikitpun. Demi Allah saya tidak mengeluarkan uang seperti itu, Pak Glenn (Dirut Persib Bandung) apalagi," ujar Umuh.

Umuh menyebut tuduhan suap kepada para pemainnya tidaklah rasional. Dalam informasi yanh beredar disebutkan jika ada pengaturan skor yang dialamatkan kepada pihak manajemen Persib. Pihak manajemen dituduh memberikan uang kepada para pemain agar bermain setengah hati dan mengalah saat bermain dengan PSMS.

Umuh menyebut tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal. Sebab setiap Persib bertanding dan meraih kemenangan, pihak manajemen selalu memberikan bonus kepada para pemain yang besarannya cukup besar.

"Kenapa kalau menang kita mengeluarkan uang bonus ratusan juta, masa memberi orang supaya tidak menang, gila kan," katanya.

Umuh mengaku sudah berbicara dengan pemain yang dituduhkan menerima suap. Para pemain tersebut, kata Umuh, merasa sangat terpukul dengan adanya tuduhan tersebut.

"Saya sudah bicara langsung dengan Supardi, Ardi, sampai nangis kayak anak kecil yah. Sakit sangat sakit dia bilang. Main tiga puluh kali, satu kali salah masa dibegitukan. Itu tidak benar yah," ucapnya.

Sementara itu pelatih Persib Bandung Mario Gomez menyatakan hal serupa. Dia membantah telah terjadi pengaturan skor dalam pertandingan Persib melawan PSMS.

"Mereka (Supardi dan Ardi) manusia, kadang bermain bagus dan bermain jelek. Banyak itu," ucapnya.

Dalam laman resminya, Persib Bandung mengeluarkan pernyataan sikap terkait isu suap yang ditudukan kepada pemainnya. Berikut pernyataan yang disampaikan :

PT PERSIB Bandung Bermartabat (PERSIB) menyatakan sikap terkait pemberitaan yang beredar di media massa dan media sosial beberapa hari ini. Persib dengan ini menegaskan bahwa sepenuhnya percaya dengan para pemainnya dan membantah tegas tuduhan yang dialamatkan kepada para pemain Pangeran Biru.

Kepercayaan PERSIB kepada tiap pemain untuk menjunjung tinggi asas fair play dan sportifitas sudah terjalin sejak penandatanganan kontrak kesepakatan kerja. Begitupun juga sebaliknya, para pemain meyakini bahwa Persib adalah tempat untuk sama-sama berjuang meraih prestasi dengan cara-cara terhormat.

Sportivitas, fair play, berolahraga dengan bermartabat adalah nilai-nilai yang sudah terpatri dalam jiwa Persib sejak klub ini didirikan. Selayaknya, hal itu kita jaga bersama tanpa melemparkan tuduhan tak berdasar.

Kami berharap, Bobotoh tidak termakan isu yang beredar tersebut dan bersama-sama dengan kami mempercayai para pemain yang dengan tetes keringatnya membela logo Persib di dada.

Kredit

Bagikan