Hidupkan sosok Priyanto dalam pameran karya dan arsip

user
Mohammad Taufik 15 Juli 2016, 15:03 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Dari cetak saring ke karikatur, dari surat cinta untuk batu hingga riwayat butiran pasir: Priyanto Sunarto (1947-2014) atau yang lebih dikenal dengan Pri S. meninggalkan jejak penting dalam konstelasi seni rupa maupun desain grafis Indonesia.

Dari rilis yang diterima Merdeka Bandung, sebagai seniman, Priyanto mewakili munculnya kecenderungan baru seni rupa Bandung pada awal 1970-an yang menyempal dari prinsip formalisme. Bersama A.D. Pirous dan T. Sutanto, Priyanto turut merintis dan mengembangkan keilmuan dan praktik desain grafis di Indonesia.

Banyak orang mengenalnya sebagai seniman, perancang grafis, ilustrator, kartunis dan pendidik. Priyanto berpulang pada September 2014. Sebuah kehilangan yang amat besar bagi dunia seni rupa dan desain Indonesia ketika belum banyak orang mendokumentasikan dan mengkaji pemikiran-pemikirannya.

Berangkat dari inisiatif untuk menghadirkan kembali sosok Priyanto, Desain Grafis Indonesia bersama Selasar Sunaryo Art Space menyelenggarakan pameran "Pri S.: Sepilihan Karya dan Arsip".

"Sepanjang 22 Juli hingga 14 Agustus 2016 akan kita jumpai karya-karya seni rupa Priyanto yang kaya dan khas dalam gagasan serta bahasa ungkap: cetak grafis, gambar/ilustrasi, kartun, hingga karya-karya desain grafis: poster, rancangan logo, rancangan sampul buku dan lain-lain," demikian bunyi keterangan panitia pameran.

Tak hanya itu, pameran ini juga dilengkapi dengan kliping tulisan, arsip, memorabilia, serta koleksi-koleksi pribadi yang memperlihatkan senarai pemikiran dan karakter Priyanto sebagai sosok yang multifaset.

Pameran ini sendiri dilaksanakan bersama dengan peluncuran buku "Pri S.: Serumpun Tulisan" yang disusun dan diterbitkan oleh divisi penerbitan Desain Grafis Indonesia, DGI Press. Ini menjadi buah ikhtiar pengumpulan Priyanto yang selama ini diterbitkan situs Desain Grafis Indonesia.

Untuk menggali kembali lebih dalam pemikiran dan peran Priyanto, acara ini dilengkapi bedah buku "Pri S.: Serumpun Tulisan" yang berupaya membicarakan warisan-warisan Priyanto dalam dunia pendidikan dan praktik desain grafis Indonesia.

Selain itu, akan digelar pula sebuah diskusi bertajuk "Priyanto Sunarto dan Seni Rupa Indonesia 1970-an" untuk menelaah inisiasi-inisiasi Priyanto dalam seni rupa Indonesia yang belum banyak tercatat dan terpublikasikan.

Pembukaan pameran akan dilaksanakan pada Jumat (22/7) pada 19.00 WIB di Amphiteater
Selasar Sunaryo Art Space. Acara dibuka oleh A.D. Pirous.

Kredit

Bagikan