Cirebon Theatre Festival 2 jadi ruang silaturahmi seniman nasional

user
Farah Fuadona 12 April 2016, 13:38 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Sejumlah seniman teater menyemarakan Cirebon Theatre Festival 2 di Kota Cirebon, Jawa Barat. Festival ini diharapkan menjadi ruang pertemuan seniman nasional.
 
“Festival ini juga menjadi ruang silaturahmi yang luas antara sesama seniman dan budayawan baik lokal maupun nasional,” kata Ketua Panitia Cirebon Theatre Festival 2, Ade Fathullah Hisyam, melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung, Selasa (12/4).
 
Selain itu, Cirebon Theatre Festival 2 diharapkan memberikan tawaran alternatif tontonan, hiburan dan pendidikan bagi masyarakat. Menurutnya, Cirebon Theatre Festival 2 pada dasarnya sebuah gerakan kecil dari tumbuh kembangnya kesenian teater khususnya di Cirebon dan di Indonesia secara umum.
 
Tidak hanya pentas teater yang disajikan, melainkan ada berbagai kegiatan yang digelar, antara lain berbagai macam workshop seni pertunjukan meliputi bidang pemeranan, pantomim, penulisan naskah, penataan artistik, manajemen produksi, dan penyutradaraan.
 
Workshop diberikan para tokoh, ilmuwan dan praktisi seni teater tingkat nasional. Antara lainTony Supartono atau lebih dikenal Tony Broer. Aktor teater tubuh Indonesia yang telah melanglang buana ini mengisi materi workshop pemeranan.
 
Workshop pantomim diisi oleh seniman Bandung asal Cirebon Wanggi Hoediyatno. Wanggi adalah pendiri Mixi Imajimimetheatre. Pemateri Lainnya  adalah perwakilan Indonesia untuk World Mime Organisation yang berkedudukan di Bergade, Serbia, Benny Yohanes Timmerman yang dikenal Benjon.
 
Benjon adalah aktor, sutradara, penulis lakon, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Dia mengisi workshop penulisan Lakon.
 
Sedangkan workshop penataan artistik disampaikan Joko Kurnain. Dia adalah penata artistik senior dan juga pengajar bidang yang sama di ISBI Bandung.


Cirebon Theatre Festival 2 juga menghadirkan seniman teater senior asal Cirebon yang berkiprah di Jakarta dengan Teater Koma-nya, yaitu Nano Riantiarno. Ratna Riantiarno, manajer seni pertunjukanTeater Koma, memberikan workshop Manajemen Produksi.
 
“Para pemateri workshop pada Cirebon Theatre Festival 2 tersebut adalah tokoh seniman papan atas, yang dengan itu menjadi salah satu barometer pergerakan seni teater di Indonesia,” kata Ade.
 
Dengan menghadirkan tokoh-tokoh sekaliber mereka, sambung dia, keilmuan seni pertunjukan mampu mendongkrak semangat teater khususnya pada para peserta workshop dan juga kepada masing-masing komunitas asal peserta workshop.
 
“Dengan dukungan keilmuan, diharapkan karya seni yang kemudian muncul memiliki kualitas yang lebih baik untuk tujuan-tujuan yang lebih agung, baik sebagai sarana tontonan maupun pembelajaran bagi masyarakat apresiator,” ungkapnya.
 
Cirebon Theater Festival 2 dibuka pada tanggal 2 April lalu dan ditutup dengan pementasan dari tokoh teater nasional Putu Wijaya di Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang, Komplek Perkantoran Bima, Kota Cirebon, Selasa (12/4) malam.

Kredit

Bagikan