23 Seniman Jepang pamerkan seni kontemporer di ISBI Bandung

user
Farah Fuadona 23 Februari 2016, 15:54 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Sebanyak 23 seniman asal Jepang memamerkan karya seni rupa kontemporernya di Galeri 212 Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Pamerian bertema “Japan-Indonesia Friendship Exhibition: Neo Asia Neo Japan 2016” itu berlangsung 23 sampai 26 Februari 2016.
 
Pameran ini hasil kerja sama Jurusan Seni Murni Fakultas Seni Rupa Desain ISBI Bandung dengan Tama Art University. Pameran menghadirkan seniman undangan Hiyama Shigeo yang merupakan Associates Professor Tama Art University.
 
Selain itu, ada dua puluh dua mahasiswa Tama Art University yang menampilkan keragaman karya mulai foto, film, holografi, Japanese Painting, dan juga seni kontemporer dengan berbagai pendekatan seni media baru, total ada 53 karya.
 
Sebagai dosen yang lama mengajar di Tama Art University, Hiyama Shigeo menampilkan karya holografinya sebanyak 15 buah. Seniman lainnya yang menampilkan holografi adalah Shiratori Michiru.

PAMERAN Neo Asia Neo Japan
© 2016 merdeka.com/Iman Herdiana


Karya fotografi ditampilkan oleh Kawano Shuji dengan foto-foto cityscape. Foto juga ditampikan Taira Hikari, Higuchi Mayu dan Saitou Kunihiko.
 
Untuk karya film ditampilkan enam seniman, yakni Inaba Ayumi, Iwama Asako, Motomura Kana, Sakihama Reo, Hozumi Nodoka, dan Naitou Shiho.
 
Kemudian Yamada Tomoko menampilkan karya Japanese Painting. Seniman lainnya menyajikan seni kontemporer seperti Matsushima Kaori dan Sasaki Kota. Keduanya menggunakan medium pastel.
 
Medium acrylic dipilih Sasaki Natsumi, Ookuma Momoka, dan Sakurai Aoi. Charcoal digunakan Okamura Yoshiki.
 
Karya digital berupa computer graphic ditampilkan oleh Ooyama Itsuki, Suzuki Shigeaki, dan Kamekura Rin.
 
Pameran ini dikurator oleh Agus Cahyana, Andang Iskandar serta dari Neo Japan Mizuta Izumi. “Pameran ini menyajikan karya dan kolaborasi sangat menarik. Ada holografi, seni rupa, dengan tema budaya Jepang. Pameran ini juga memberi kesempatan belajar bagi mahasiswa,” kata  Mizuta.

Kurator Agus Cahyana menambahkan, program ini merupakan program lanjutan dari kerja sama yang sudah terjalin sejak 2014, saat itu delegasi ISBI Bandung menampilkan pertunjukkan seni dan pameran “Satu Hari Cerita Sunda” serta “Motion(e)Motion” di Tama Art University.

“Pameran ini wujud kerja sama yang sudah terjalin. Karya mereka penting diapreaiasi, dan bagaimana kemungkinan pengambangannya di Indonesia,” kata Agus.

Kredit

Bagikan