Komunitas Mural Bandung akan lukis dinding di Jalan Babakan Siliwangi

Ridwan Kamil dan Komunitas Mural Bandung
Bandung.merdeka.com - Komunitas Mural Bandung akan berkreasi di dinding sepanjang 476 meter di Jalan Babakan Siliwangi. Dinding tersebut memanjang dari Teras Cikapundung hingga Cisitu.
Hal tersebut diungkapkan Arfi Rafnialdi saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil beserta Komunitas Mural Bandung, di Ruang Rapat Pendopo Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
Arfi menuturkan, pengerjaan mural akan dimulai pada hari Selasa, tanggal 13 September mendatang. "Sebelumnya pada hari Jumat dan Sabtu nanti akan dilakukan pembersihan dinding mural dan pengecatan warna dasar putih," katanya.
Menurut dia, pada pembuatan mural ini desain akan dibagi menjadi tiga tema. Tema pertama adalah Local Genius Bandung, segmen ini desain mural akan menampilkan sisi-sisi kearifan lokal Kota Bandung.
Untuk segmen kedua, adalah Bandung Futuristic. Tema ini mengangkat isu-isu masa depan Bandung dan segmen ketiga adalah Bandung sebagai Model Alam yang Lestari. Tema ini mengangkat isu lingkungan dan kelestarian alam Bandung.
"Ketiga segmen ini selain dibedakan oleh tema, juga diberi karakteristik warna yang berlainan. Namun warna yang ditampilkan masih selaras dan tidak terlalu kontras, sesuai dengan arahan Wali Kota Bandung," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari media kreativitas warga. "Bandung ini kanvas warga. Warga hanya perelu diberi ruang untuk berkreasi," kata Ridwan.
Pria yang akrab disapa Emil ini pun menyarankan agar lukisan mural ini diperbanyak hadir di Kota Bandung. Tujuannya agar Bandung ini menjadi kota yang lebih berwarna.
"Kita tinggal memberi izin saja di lokasi-lokasi yang dianggap disukai," ujar Emil.
Pembuatan mural turut melibatkan komunitas-komunitas pecinta seni grafis di Kota Bandung. Komunitas-komunitas tersebut antara lain Kabuyutan Gegerkalong dan Bonbin, komunitas Ciburut Finest, Komunitas Supergunz, Komunitas Ayunda Mural, Komunitas Kariprak, Komuniyas Sandhi, Komunitas Santei, Komunitas Adias, Komunitas Kertas Bandung, Komunitas 3AO, Komunitas UPI 2016, Maulinda and Friends, Komunitas Bima, Unikom, Satria, Earth Love Life, serta Komunitas Cema and Friends.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak