Tahun ini zakat yang dihimpun Basznas Jabar naik 22 persen

Ilustrasi
Bandung.merdeka.com - Perolehan zakat yang dihimpun Basznas Jawa Barat (Jabar) tahun ini mengalami kenaikan 22 persen. Pada 2015, potensi zakat di Jabar sekitar Rp 17 triliun. Namun realisasinya baru Rp 168 miliar.
Â
"Alhamdulillah di bulan Ramadan kemarin, penghimpunan zakat naik 22 persen, yaitu kurang lebih Baznas se-Jabar dapat menghimpun sekitar Rp 282 miliar," kata Ketua Baznas Provinsi Jabar Arif Ramdani, melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung, Senin (25/7).
Â
Ia mengatakan, secara nasional penghimpunan zakat masih sangat jauh dari target. Pada 2015 potensi zakat nasional ditaksir Rp 286 triliun. Namun realisasinya baru Rp 3,7 triliun.
Â
Padahal, zakat merupakan instrumen penting dalam memudarkan kesenjangan sosial. Saat ini rasio gini yang menunjukan tingkat kesenjangan secara nasional mencapai 0,40 sejak tahun 2010. Sebagai gambaran, sekitar 1 persen Warga Negara Indonesia (WNI) terkaya di Indonesia menguasai 40 persen aset nasional.
Â
Kesenjangan sosial, kata dia, memang menjadi hukum alam yang tak bisa dihindari sepenuhnya. Namun tingkat kesenjangan harus dikendalikan agar tidak terlalu ekstrim dan menimbulkan masalah sosial.
Â
Ia menyambut baik pencanangan zakat se-Jawa Barat oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Diharapkan pencanangan tersebut dapat menjadi ruh dan semangat dalam mengoptimalkan zakat mulai dari penghimpunan hingga pengelolaannya.
Â
"Kita ingin Baznas membangun kepercayaan pada masyarakat. Oleh karena itu, mudah mudahan Baznas mengambil andil menanggulangi kemiskinan," harapnya.
Â
Sementara Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan zakat merupakan solusi meretas kemiskinan. Ia menegaskan, Jabar sebagai Provinsi yang paling siap membangun kebangkitan zakat.
Â
Di Jabar, kata dia, zakat sudah mulai merambah pada bidang produktif. Seperti pengadaan beasiswa, pembangunan kawasan desa tertinggal, bantuan modal usaha, dan lain sebagainya.
Â
"Alhamdulillah Baznas di Jabar juga sudah bisa memotong langsung gaji PNS Provinsi Jabar untuk zakat profesi. Dengan segala hormat kami meminta pada PNS di Provinsi Jabar untuk 'dipaksa' langsung dipotong sebelum gaji diterima," katanya, dalam acara silaturahmi dengan Baznas Jabar.
Â
Dengan mekanisme itu, sambung dia, penghimpunan zakat di Jabar meningkat. Dalam sebulan zakat yang dihimbun Baznas Jabar di lingkungan Provinsi Jabar mencapai Rp 1,2 miliar.
Â
"Zakat terus berkembang, oleh karena itulah kita gelorakan semangat mengumpulan zakat bagi masyarakat yang tidak mampu," ajaknya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak