Peserta lelang minim, proyek Lapang Gasibu mangkrak


Ahmad Heryawan
Bandung.merdeka.com - Proyek revitalisasi Lapang Gasibu Bandung mangkrak. Dari yang seharusnya rampung Desember 2015 lalu, hingga kini pembangunan tidak selesai. Penyebabnya karena kurangnya peminat dalam lelang proyek.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, mengatakan revitalisasi lapangan seluas 6000 meter persegi itu terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama seperti pembangunan musala, toilet dan fasilitas penunjang lainnya telah selesai pada 2015.
Pemprov kemudian melelangkan proses pembangunan tahap dua, yang di dalamnya ada pembangunan air mancur. Namun sayang lelang tersebut gagal, karena tidak ada perusahaan yang mampu membangun air mancur sesuai dengan yang diharapkan.
"Bayangkan sudah empat kali tender gagal. Pada 2014 dua kali tender gagal, 2015 juga tender gagal, berhasil setelah kita keluarkan (pembangunan) air mancurnya," katanya di Gedung Sate Bandung, Selasa (17/5).
Untuk memercepat proses pembangunan, akhirnya pembangunan air mancur tersebut diserahkan ke Bank BJB melalui dana corporate social responsibility (CSR) guna memercepat proses pembangunan. Hanya saja bank daerah tersebut dalam aturannya harus juga melalui proses lelang.
"Dalam pikiran saya, enggak usah tender. Agar bisa simultan dengan pembangunan tahap II, tapi (Bank) BJB tak berani juga harus tender," terangnya.
Dia menyebut, proses lelang pembangunan air mancur yang dilakukan Bank BJB juga gagal. Terlebih lagi pihaknya tidak menganggarkan pembangunan air mancur di tahun ini. Padahal ia berharap prosesnya dapat berjalan lancar.
"Saya gagal paham, kenapa air mancur gagal terus tendernya. Speknya, memang luar negeri, alat-alatnya impor alat canggih di kita enggak ada kalau beli. Saya harap tadinya BJB enggak harus tender," ujarnya.
Dia menampik jika molornya revitalisasi Lapangan Gasibu merupakan kesalahan Pemprov. Pihaknya justru ingin berhati-hati mengerjakan pembangunan ini agar tidak ada masalah di kemudian hari.
"Yang ada hati-hati, jadi begini. Tahap I sudah selesai. Tahap II tender mudah-mudahan bulan ini," katanya seraya berharap Agustus 2016 sudah bisa rampung.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak