Geopark Ciletuh dan Gunung Padang dikenalkan lewat Asia Tourism Forum


Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar
Bandung.merdeka.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengenalkan potensi wisata Jawa Barat lewat Asia Tourism Forum (ATF) 2016. Forum dua tahunan ini diharapkan berdampak baik bagi pariwisata Jawa Barat.
ATF, kata Deddy, sejalan dengan program Pemprov Jawa Barat yang tengah mendorong pengembangan potensi pariwisata di Jawa Barat. Potensi tersebut terdiri dari gunung, rimba, laut, air, pantai, sungai dan seni budaya yang disingkat Gurilaps.
"Jadi Jawa Barat ini terkenal dengan gurilaps. Gunung, rimba, laut, air, pantai, sungai plus seni budaya. Dan kita juga sekarang sedang mengembangkan wisata-wisata ziarah," ujar Deddy, melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung, Minggu (7/5).
ATF 2016 dibuka Menteri Pariwisata RI Arief Yahya di Gedung Sate Bandung, Sabtu (7/5). Deddy berharap, forum internasional ATF bisa berdampak pada industri pariwisata di Jawa Barat.
Terlebih, sambung dia, saat ini Pemprov Jawa Barat tengah mendorong Ciletuh dan Gunung Padang agar menjadi program prioritas pariwisata nasional.
"Kita juga mendorong bagaimana Ciletuh plus Gunung Padang ini menjadi suatu program nasional ya, sebagai objek wisata yang sekarang dikembangkan di Jawa Barat ini. Jadi fokus pada dua titik tadi," katanya.
Untuk mendukung Ciletuh dan Gunung Padang sebagai potensi wisata andalan, sambung dia, pihaknya sudah melakukan berbagai pelatihan SDM dan promosi. Selain itu, aksesibilitas atau pembangunan infrastruktur menuju dua destinasi tersebut tengah dilakukan.
ATF atau konferensi pariwisata Asia tahun ini yang ke-12 kalinya diselenggarakan. Kali ini Bandung menjadi tuan rumah dengan penyelenggara Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. STP Bandung sebelumnya pernah menggelar event yang sama pada 2012.
Tahun ini konferensi yang berlangsung hingga Senin (9/5) ini mengusung tema "A New Approach To Wonderful Tourism." ATF bertujuan memfasilitasi pertukaran informasi dan networking di antara peneliti, praktisi di bidang industri pariwisata, dan pembuat kebijakan terkait pariwisata.
ATF pertama kali diadakan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, 1993. Tahun ini ATF dihadiri sebanyak 460 orang delegasi dari 21 negara di Asia yang sebagian besar merupakan para akademisi, mahasiswa pariwisata dan komunitas. Event ini ditargetkan membahas 130 karya ilmiah terkait pariwisata.
Pembicara di ATF merupakan pembicara-pembicara terkemuka di bidang Pariwisata yang memiliki reputasi internasional, seperti founder ATF Prof. Kaye Chon, Ph.D., CHE., FIH., dari Hong Kong Polytechnic University.
Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan, ATF menjadi ajang pembelajaran dalam mengembangkan pariwisata lewat pendekatan ilmiah. “Forum ini untuk melihat pariwisata terutama dilihat dari aspek akademisi. Jadi kita bisa branch mark student kita dan yang lainnya. Dosen kita dengan dosen dari negara lainnya. Termasuk juga untuk menyiapkan SDM kita," katanya.
Saat ini banyak negara-negara yang sudah melibatkan dunia akademisi untuk mengembangkan industri pariwisatanya. Contoh negara yang telah sukses mengembangkan pariwisata dengan melalui kolaborasi dengan para ahli, diantaranya yakni Hong Kong, Korea Selatan, dan Thailand.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak