KPU Jabar usulkan biaya kampanye dibebankan ke peserta Pilkada

Ilustrasi Pilkada
Bandung.merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat mengusulkan agar biaya Pilkada serantak 2017 dibebankan ke peserta Pilkada. Hal ini guna meminimalisir biaya yang ditanggung pemerintah. “Itu besar sekali biayanya, milyaran. Seharusnya kembalikan ke peserta sebab yang mau jadi kepala daerah kan peserta,” kata Komisioner KPU Jawa Barat, Aang Ferdiman di Bandung.
Pertama, pembebanan biaya kampanye kepada peserta Pilkada itu meliputi alat kelengkapan dan bahan kampanye yang nominalnya bisa mencapai milyaran rupiah.
Kedua, memaksimalkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Saat ini Jawa Barat memiliki 75.000 TPS dengan jumlah pemilih sekitar 31 juta orang. Namun ada ketimpangan antara jumlah pemilih dan TPS.
Misalnya di Kota Banjar jumlah pemilih per TPS hanya 800 orang. Ini jauh berbeda dengan jumlah pemilih di Kabupaten Bogor bisa mencapai 4 ribu orang per TPS.
Menurut Aang minimal tiap TPS bisa melayani 2 ribu pemilih. Dengan begitu jumlah TPS yang diperlukan bisa dikurangi hingga setengahnya. “Jumlah pemilih di TPS Pilkada serentak jangan 800 tapi jadi 2 ribu,” ujarnya.
Aang pun mencontohkan di Jawa Tengah jumlah pemilih dan jumlah TPSnya lebih efektif. “Jateng merata satu TPS-nya 2 ribu pemilih,” kata dia.
Dengan berkurangnya jumlah TPS maka akan banyak biaya yang bisa dihemat, yakni biaya keamanan, konsumsi, petugas pemungutan, dan lainnya.
Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan KPU diharapkan nantinya hanya menyediakan surat suara. “Jurusnya KPU sebagai regulator. Jadi lumayan akan banyak sisa anggaran yang bisa dikembalikan ke kas negara,” ujarnya.
Untuk diketahui, KPU sudah menetapkan Pilkada serentak tanggal 15 Februari 2017. Ada 76 kabupaten dan 18 kota di Indonesia yang akan mengikuti jadwal Pilkada serentak. Daerah di Jabar yang dijadwalkan mengikuti Pilkada serentak adalah Kabupaten Bekasi, Kota Cimahi, dan Kota Tasikmalaya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak