Dirjen Kemendagri: Kasus suap Bupati Subang harus yang terakhir

Musrembang Provinsi Jabar 2017
Bandung.merdeka.com - Dirjen Bina Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Sudan Arimatulo mewanti-wanti Kepala Daerah di Jabar. Agar kasus suap yang menjerat Bupati Subang Ojang Suhandi harus yang terakhir.
"Kasus Ojang Bupati Subang ini harus terakhir," kata Sudan dengan suara agak meninggi dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) 2017 Provinsi Jabar.
Musrembang yang dihadiri Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan beberapa kepala daerah di Jabar itu digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Kamis (14/4).
Ojang sendiri baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberanasan Korupsi (KPK). Karena terlibat kasus suap perkara BPJS Kesehaan di Kabupaten Subang. Ojang dicokok lembaga antirasuah itu hasil pengembangan ditangkapnya jaksa dari Kejati Jabar pada Senin (11/4) lalu.
Dia menambahkan, tidak ada ceritanya kepala daerah bisa dengan mudah mengendalikan APBD. Hal ini karena APBD sudah dilegesikan pada kepala dinas masing-masing. Sehingga tidak seharusnya kepala daerah tersandung kasus korupsi.
"Kepala daerah enggak mungkin harusnya tersandung kasus tindak pidana korupsi. Tidak ada ceritanya kepala daerah kena (korupsi) APBD," ungkapnya
Jadi, kata dia, kepala daerah diminta fokus untuk melanjutkan program-program yang selama ini telah disusun seperti halnya yang dihasilkan dalam Musrembang kali ini.
"Kepala daerah selalu mendelegasikan pada SKPD. Wali kota dan Bupati jadi tenang saja. Bapak-ibu aman, semua sudah mendelagasikan kewenangan pada SKPD masing-masing," ucapnya.
Hanya saja para kepala daerah juga harus cerdik menghadapi para SKPD yang nakal. Tidak sedikit mereka yang numpang nama dengan klaim restu kepala daerah. Contoh tersebut diilustrasikan dalam sebuah proyek melalui sistem tender.
"Contoh (SKPD) yang menghadap kepala daerah. Dia (SKPD) meminta (kepala daerah) Mohon petunjuk siapa yang bisa dimenangkan? Nah kepala daerah ini bilang saja terserah. Kalau setuju nanti malah dianggap intervensi," kata Sudan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak