Pemprov Jabar harus batalkan pembelian Fortuner DPRD


Ilustrasi
Bandung.merdeka.com - Usulan pembelian mobil dinas baru untuk angggota DPRD Jabar dinilai akan menyakiti hati publik. Di saat masih banyaknya warga kesusahan, tidak selayaknya wakil rakyat meminta mobil baru jenis Toyota Fortuner yang pengadaannya diperkirakan mencapai Rp 50 miliar.
Hal itu disampaikan Pengamat kebijakan publik dari Monitoring Community Jawa Barat, Kandar Karnawan. "Masyarakat masih banyak loh yang kesusahan cari makan. Pake hati dong, biar bisa berempati terhadap kondisi masyarakat yang sedang susah. Masyarakat Jabar pasti marah kalau tahu ini," katanya, kemarin.
Atas dasar itulah, Mendagri melalui Pemprov Jabar menurut dia harus membatalkan pembelian mobil Fortuner. Lanjut dia, mobil Toyota Rush yang ada saat ini sudah sangat layak.
"Pembelian mobil baru itu tidak terlalu urgent. Mobil yang digunakan para anggota dewan itu masih bagus. Banyak hal yang lebih penting daripada harus beli mobil baru. Ini mau kerja atau mau gaya-gayaan dengan mobil mewah," ujarnya.
"Gubernur dan Mendagri harus mencoret usulan gila (pembelian 100 mobil baru) itu," ujar pria yang akrab disapa Aan tersebut.
Dia meyakini, jika pembelian mobil dinas baru direalisasikan gejolak besar di kalangan masyarakat desa di berbagai pelosok Provinsi Jawa Barat pasti akan terjadi. Terlebih, saat ini dana desa juga harus rela dikorbankan separuhnya karena duit akan terlebih dahulu dialokasikan ke penyelenggaraan PON 2016.
"Anggaran desa yang sudah jelas-jelas manfaatnya dirasakan oleh masyarakat desa ditunda karena dananya tidak ada, DPRD Jabar malah mengajukan pembelian 100 mobil mewah baru yang memakan anggaran lebih dari Rp 50 miliar. Ini akan menimbulkan gejolak besar," ungkapnya
Dia meminta, dewan untuk membuktikan kinerja dulu ketimbang harus meminta mengganti mobil baru. Jabar saat ini belum menunjukkan kesejahteraan yang signifikan. "Sebaiknya anggota dewan buktikan dulu kinerjannya terhadap rakyat. Jangan cuma mau minta fasilitas. Berhentilah menyakiti hati rakyat kecil," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak