Pendekar wanita Bandung pamer jurus di Taman Budaya


Bandung.merdeka.com - Sejumlah pendekar pencak silat wanita memamerkan ilmu bela dirinya dalam acara “Ngadu Bako: Temu Pendekar Wanita” di Teater Terbuka Balai Pelestarian Taman Budaya Jawa Barat Jalan Bukit Dago Selatan, Bandung, Sabtu (2/4) malam.
Acara yang digagas Masyarakat Pencak Silat Indonesia (MASPI) itu dihadiri tokoh senior pencak silat, pendekar wanita hingga anak-anak.
Acara dibuka pukul 20.00 WIB dengan penampilan jurus-jurus silat tradisional yang diselingi talkshow. Penampilan memukau misalnya ditunjukkan Zahra (10). Siswi SD yang menjuarai ajang pencarian bakat di Jakarta ini sangat terampil memeragakan jurus-jurus silat diiringi gamelan.
“Pencak silat itu indah, bagus, dan kesenian Jawa Barat yang harus dimajukan,” kata Zahra, di sela pentasnya.
Selain Zahra, ada juga warga negara Jepang yang ikut pentas, yakni Kazumi Ogawa (52). Lalu ada ada Guru Besar Pencak Silat Internasional Mande Muda, Rita Suanda, yang memubuka perguruan silat di Amerika Serikat.
Ketua Umum MASPI, Asep Gurwawan mengatakan hingga saat ini Jawa Barat masih menjadi barometer pencak silat tradisional. Acara Ngadu Bako merupakan agenda tiga bulanan MASPI yang tujuannya melestarikan seni tradisi pencak silat.
“Acara ini untuk melestarikan pencak silat agar tetap membumi di negerinya sendiri,” terang Asep.
Dengan hadirnya pendekar pencak silat wanita diharapkan makin mengembangkan dan melestarikan seni pencak silat. Rencananya, acara pendekar pencak silat wanita akan terus diagendakan.
“Jabar dari dulu sebagai barometer pencak silat budaya, Jabar masih bertahan sampai sekarang dibadningkan provinsi lain. Mudahan-mudahan makin berkembang lagi melalui kehadiran pendekar-pendekar wanita ini,” katanya.
Untuk mengumpulkan para pendekar wanita, kata Asep, pihaknya mengundang 15 perguruan pencak silat di Bandung termasuk dari kampus.
Orang Jepang kembangkan pencak silat
Sementara Kazumi Ogawa baru dua tahun belajar pencak silat di perguruan silat Panglipur. Meski sudah berusia 52 tahun, pengusaha Jepang ini jatuh cinta pada seni pencak silat Jawa Barat.
Di atas panggung Teater Terbuka Taman Budaya Dago, ia mengikuti irama gamelan dan terompet dengan ilmu pencak silatnya, memasang kuda-kuda dengan tatapan tajam ke depan, mengeluarkan jurus.
Di tengah pertunjukkan ia mengibarkan dua buah kipas, sebuah benda budaya Jepang. Di pencak silat, menggunakan kipas sebagai senjata adalah asing. Rupanya Kazumi ingin memadukan budaya Jepang dan pencak silat lewat jurus-jurus pencak silat dan kipas.
Di akhir pertunjukkan, Kazumi yang mengenakan seragam pangsi hitam dan ikat kepala batik seditik terpeleset karena lantai yang licin akibat sisa hujan. Ia tersenyum malu, tapi penonton memberinya tepuk tangan sebagai penyemangat.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak