PP-SS bangun website Pusat Data Sastra Sunda


Ulang Tahun Paguyuban Sastra Sunda
Bandung.merdeka.com - Di ulang tahunnya ke-50 Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS) membangun website Pusat Data Sastra Sunda. Website ini berisi karya sastra para sastrawan Sunda klasik hingga modern.
Ketua PP-SS periode 2012-2016 Dadan Sutrisna mengatakan, Pusat Data Sastra Sunda merupakan digitalisasi karya sastra Sunda. Tujuan pembangunan website untuk memudahkan dokumentasi, penelitian atau menghubungkan karya sastra dengan masyarakat luas.
"Sampai hari ini kalau kita perlu data sastra Sunda sulit mencarinya, harus membuka lembar-perlembar di perpustakaan, apalagi tak ada katalog," kata Dadan, di sela acara peringatan ulang tahun PP-SS di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Bandung, Senin (28/3).
"Akhirnya penelitian pun dilakukan seadanya. Jadi tak aneh jika ada karya yang tersembunyi atau pengarang yang potensinya terabaikan," tambah dia.
Menurutnya, di era digital ini sistem arsip digital menjadi keniscayaan. Begitu juga jika ingin melestarikan dan mengembangkan sastra Sunda, mau tidak mau harus mengikuti jaman.
Maka dengan sistem digital Pusat Data Sastra Sunda, akan memudahkan mencari arsip sastra karya pengarang atau penulis Sunda. Contohnya, mencari karya sastra pengarang A hanya memerlukan waktu 30 detik. Dengan mesin pencarian, karya pengarang A tersebut secara otomatis dikumpulkan, mulai dari karya, tahun penerbitan, sumber media, dan lainnya.
Saat ini, Pusat Data Sastra Sunda sudah mengumpulkan 53 ribu karya sastra berupa prosa, puisi, esai yang bersumber dari 32 media dan ditulis 2000-an pangarang. Data tersebut telah didigitalisasi dengan cara scanner.
Menurut Dadan, jumlah tersebut masih jauh dari selesai. Sebab jumlah karya sastra Sunda jauh lebih banyak. "Ini adalah pekerjaan yang masih panjang," katanya.
Cara kerja PP-SS, kata dia, adalah pekerjaan yang sepi, jauh di luar hingar bingar dan tak kelihatan. "Pekerjaan dokumentasi perlu ketekunan. Selain itu selama menyusun Pusat Data Sastra Sunda juga tidak mendapat dana dari pemerintah. Tim yang bekerja semuanya relawan yang tidak mendapat honor," katanya.
Ia berterima kasih kepada Yayasan Kebudayaan Rancage yang dipimpin sastrawan Ajib Rosidi yang telah memfasilitasi PP-SS selama ini. Dalam kesempatan tersebut, PP-SS juga mendapat dukungan dari Universitas Padjdjaran (Unpad).
Dalam kesempatan tersebut, Unpad yang diwakili Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Yuyu Yuhana, bersama Dadan menandatangani nota kerja sama (MoU) untuk sama-sama mengembangkan Pusat Data Sastra Sunda.
Sementara Ketua Panitia Miftahul Malik menambahkan, Pusat Data Sastra Sunda dimatangkan selama setahun ini untuk diluncurkan di acara ulang tahun PP-SS yang ke-50.
Ide pembuatan website sendiri muncul dari Dadan Sutrisna, yang awalnya hanya berupa obrolan antar pengurus PP-SS. "Ide membangun website dari riungan di Perpustakaan Ajip Rosidi. Selama ini belum ada dokumentasi sastra Sunda. Jadi dimatangkanlah selama setahun pusat datanya," kata Malik.
Keistimewaan Pusat Data Sastra Sunda antara lain berisi cerita pendek bahasa Sunda pertama, termasuk membuka nama samaran pengarang. Digitalisasi arsip sastra di antaranya dilakukan dengan cara scan. "Mesin scannernya dipesan di Korea. Catatan sastra Sunda lengkap," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak