Cepot: Wayang bagian dari sastra


Ulang Tahun Majelis Sastra Bandung
Bandung.merdeka.com - Peringatan ulang tahun Majelis Sastra Bandung (MSB) ke-7 berlangsung meriah. Ulang tahun dimeriahkan wayang golek dengan dalang Opick Sunandar Sunarya, putra dalang legendaris Asep Sunandar Sunarya.
Tidak seperti pentas wayang golek umumnya, dalang Opick memainkan wayangnya tanpa diiringi gamelan. Meski demikian, anggota MSB yang memadati ruang utama Gedung Indonesia Menggugat Bandung cukup terpuaskan. Anggota MSB kebanyakan anak muda dari Bandung dan daerah lain di Jawa Barat.
Wayang dibuka dengan penampilan si cepot yang menyajikan bodor-bodor khasnya. Lalu ada wayang yang membacakan puisi.
Sebelum pentas, Opick sempat memberikan sambutan bahwa wayang sebenarnya bagian dari sastra. "Tapi saya mau nanya, kenapa saat saya pentas tidak ada anak sastra yang nonton aing ngawayang?" pertanyaan itu membuat puluhan anggota MSB tertawa, sebagian bertepuk tangan.
Menurut Opick, selama ini wayang dianggap kesenian kampung dengan penonton orang-orang kampung. Meski demikian, kata dia, kesenian wayang golek terus bertahan. "Meski disebut kesenian kampung, sekarang wayang bisa memacetkan. Sebab wayangnya saya simpan di jalan," terang Opick.
Ulang tahun MSB dibuka dengan kesenian marawis atau rebana dari Marawis Yepira, disambung pembacaan puisi puisi oleh penyair Gusjur Mahesa, Bunyamin Fasya, dan musikalisasi puisi oleh Ahmad Faisal Imran. Konser musik akustik disuguhkan Budi Cilok.
Setelah itu, acara diisi dengan potong tumpeng nasi kuning yang dilakukan para pendiri MSB yaitu Rois Amr (Ketua) MSB Matdon, Dedy Koral, Hermana HMT, dan Yusef Muldiyana.
Perayaan ulang tahun MSB penuh dengan senda-gurau dan bernuansa kekeluargaan. Misalnya sebelum memotong tumpeng, Matdon sempat mengatakan tadinya MSB tidak akan menggelar acara ulang tahun karena dianggap bidah.
"Tapi akhirnya dibolehkan majelis sastra," katanya seraya tertawa.
Ia juga mengajak khususnya kepada anak muda Bandung untuk bergabung dengan MSB. MSB memiliki program rutin pengajian sastra dan tadarus puisi. Namun ia mengingatkan, kepada anak muda yang mau menulis puisi jangan diniatkan karena ingin terkenal.
"Ada fatwa (MSB) kalau mau nulis tidak boleh diniatkan ingin terkenal, karena kalau karena niat ingin terkenal tempatnya di neraka. Jadi tulislah dengan keikhlasan," katanya.
Menurutnya, tujuh tahun usia MSB adalah usia yang masih belia. "Masih sangat anak-anak, makanya pengirus MSB lucu-lucu," katanya lagi
Ia menuturkan MSB didirikan melalui sms-an. Tujuh tahun lalu ia SMS-an dengan Ketua Kelompok Teater Laskar Panggung, Yusef Muldiyana. "Kelompok Teater Laskar Panggung sudah 20 tahun, sekarang menjadi divisi teater di Majelis Sastra Bandung, dan Majelis Sastra Bandung menjadi divisi sastra di Kelompok Teater Laskar Panggung,” katanya.
Bagi yang senang longer, tambah dia, di MSB juga ada kelompok longser yang diasuh seniman Hermana HMT. "Jadi kalau ada yang mau menggelar longser tinggal hubungi mang Hermana, saya manajernya," timpal Matdon.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak