Investasi lukisan di Bandung tetap subur meskipun saat dolar naik


Investasi lukisan
Bandung.merdeka.com - Lukisan menjadi salah satu barang seni yang memiliki nilai investasi tinggi, seperti emas atau deposito. Maka dari itu, geliat seni lukisan di Bandung terus berdenyut. Bahkan bagi kalangan tertentu investasi lukisan dinilai aman dan menjanjikan.
Ketika nilai tukar dolar AS sempat menekan rupiah, transaksi lukisan di salah satu sentral lukisan Jalan Braga, Bandung, justru tidak terpengaruh. Malah cenderung mengalami kenaikan.
"Pasarya cukup bagus, ada peningkatan sekitar 5 persen dari tahun kamarin," kata Ropih Amantubillah, 57 tahun, saat berbincang dengan Merdeka Bandung.
Seniman pemilik Rumah Seni Ropih ini menjelaskan, tiap kali rupiah tertekan oleh dolar AS, pangsa pasar lukisan justru naik meski kenaikannya tidak besar.
"Di kita makin naik dolar makin ramai. Misalnya krisis 97 lalu, penjualan lukisan justru ramai. Orang banyak nyari lukisan sebagai investasi. Banyak karya bermutu yang dibeli kemudian nanti dijual berkali lipat," ujarnya.
Transaksi di Rumah Seni Ropih dalam sebulan bisa mencapai 60 sampai 100 lukisan dengan harga antara Rp 250.000 sampai Rp 50 juta. Dalam sehari bisa ada pemborong 5 sampai 10 lukisan.
Lukisan yang dijual beragam aliran, mulai realis, naturalis, abstrak, ekspresionisme hingga kaligrafi. "Yang menonjol jenis lukisan naturalis dan ekspresionis. Tapi kalau harga mahal umumnya lukisan ekspresionis. Sedangkan lukisn naturalis tidak terlalu mahal," katanya.
Ia menambahkan, lukisan ekspresionis lebih mahal karena proses pembuatannya memerlukan eksplorasi mendalam dari si pelukis. Pembeli lukisan ekspresionis dan abstrak kebanyakan dari Eropa.
"Turis Eropa saat ini ingin mendapat barang seni yang bukan hanya dinikmati mata, tapi terjadi komunikasi antara perupa dan penikmat. Yang dituangkan pelukis dapat dirasakan oleh penikmat. Itu sebabnya mereka lebih menggemari lukisan-lukisan ekspresionis atau abstrak," terangnya.
Kendati demikian, pangsa dalam negeri juga mulai mengarah ke lukisan ekspresionis atau abstrak dengan pertimbangan nilai investasi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak