PVMBG Belum Pastikan Tsunami Banten dan Lampung Akibat Aktivitas Gunung Anak Krakatau

kerusakan di pantai carita setelah tsunami banten. ©Semi /AFP
Bandung.merdeka.com - Bencana Tsunami menerjang kawasan Pantai Barat Provinsi Banten dan Pantai Selatan Provinsi Lampung, Minggu (22/12) malam. BMKG menduga tsumami tersebut terjadi karena dipicu aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Namun demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum dapat memastikan penyebab tsunami di Banten dan Lampung disebabkan adanya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, PVMBG Badan Geologi, Wawan Irawan, mengatakan berdasarkan alat perekam milik Badan Geologi, kondisi Anak Krakatau tidak menunjukan gejala peningkatan secara signifikan. Wawan menyebut untuk menimbulkan tsunami seperti yang terjadi di Banten dan Lampung perlu ada runtuhan yang cukup besar yang masuk ke dalam kolom air laut.
"Untuk merontokan bagian tubuh yang longsor ke bagian laut diperlukan energi yang cukup besar. Ini tidak terdeteksi oleh seismograf di pos pengamatan gunung api," ujar Wawan kepada wartawan, Minggu (23/12).
Wawan menjelaskan, dari aktivitas kegempaan, pihaknya mencatat gempa tremor menerus dengan amplitudo overscale 58 mm. Adapun getaran tremor tertinggi yang tercatat oleh Badan Geologi yakni terjadi pada Juni lalu dan hal itu pun tidak tidak menimbulkan gelombang terhadap air laut bahkan hingga tsunami.
"Jadi apakah tsunami tersebut ada kaitannya dengan aktivitas letusan, hal ini masih perlu pendalaman, karena ada beberapa alasan untuk bisa menimbulkan tsunami," katanya.
Wawan mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data visual hingga hari ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap Level II (Waspada). Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Krakatau dalam radius 2 km dari kawah.
"Direkomendasikan kepada masyarakat tidak diperbolehkan mendekati Gunung Krakatau dalam radius 2 km dari Kawah," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak