Komisi VIII minta warga waspadai ancaman gempa Sesar Lembang

Sodik Mudjahid
Bandung.merdeka.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid meminta kepada masyarakat waspada mengenai temuan potensi bencana gempa di Sesar Lembang.
"Kita harus percayai hasil riset ilmiyah tentang potensi gempa termasuk di Sesar Lembang. Untuk kewaspadaan kita semua. Dan sikapi dengan jernih, maka ambil teori yang paling meningkat terjadinya lagi gempa yakni adanya aktivasi selama 10 ribu tahun bukan 50 ribu tahun," kata Sodik saat dihubungi merdeka.com, Jumat (5/10).
Politisi Partai Gerindra yang mewakili Dapil Jawa Barat I ini berharap kepada pemerintah untuk
memberikan edukasi tentang bencana dan diklat siaga bencana kepada masyarakat.
"Kepada pemerintah lakukan persiapan sejak dini dengan edukasi dan diklat siaga bencana, bentuk semaksimal mungkin relawan bencana, perkuat Sumber Daya Manusia (SDM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) bencana dan adakan latihan-latihan kemudian siapkan dan pasang alat pendeteksi bencana secara maksimum," kata dia.
Dengan prinsip berfikir seperti ini, kata Sodik selanjutnya harus mengatur langkah- langkah cara pengamanan dan edukasi budaya waspada di kalangan masyarakat.
"Seperti membangun infrastruktur tahan gempa diperlukan karena bencana alam gempa bumi tidak bisa dihindari dan diprediksi. Lakukan latihan dan gladi terjadinya gempa dan lain-lain," kata dia.
Sebelumnya, peneliti gempa sekaligus dosen dari Kelompok Keahlian Geodesi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano mengatakan, bahwa Sesar Lembang merupakan Sesar aktif. Hal ini bisa dilihat dari hasil riset para peneliti yang menyatakan bahwa adanya pergerakan patahan dalam kurun waktu 10 ribu tahun terakhir.
"Ada beberapa literatur yang menyebutkan bahwa disebut aktif apabila dalam 10 ribu tahun terakhir itu memiliki bukti pergeseran. Itu baru dikatakan Sesar aktif. Tapi ada beberapa pendekatan ada yang mengatakan 10 ribu, 40 ribu tahun, ada yang 100 ribu. Jadi kalau dalam rentang paling tidak kita menggunakan yang paling sederhana, kalau dalam rentang 10 ribu tahun terakhir pernah terjadi gempa dalam bidang Sesar tersebut itu aktif," ujar Irwan kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Kampus ITB, Kamis (4/10).
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak