Gubernur Lemhannas nilai sektor pariwisata sangat penting namun kompleks

Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (purn) Agus Widjojo
Bandung.merdeka.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan, sektor pariwisata merupakan industri berbasis jasa yang kompleks. Soalnya, melibatkan banyak pelaku, langsung bersentuhan dengan masyarakat, dan memiliki sifat lintas sektor yang berderajat tinggi.
"Sektor pariwisata ini menjadi sangat penting karena merupakan sektor mampu menunjang pembangunan daerah maupun nasional," ujar Agus kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara Dies Natalies ke 56 STP NHI Bandung, Senin (12/3).
Agus membahas perihal fokus pembangunan sektor pariwisata yang dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo. Kata dia, dalam pemerintahan Jokowi, pariwisata telah menjadi sektor strategis nasional. Pariwisata telah ditetapkan menjadi sektor andalan pembangunan nasional hingga tahun 2019.
"Sektor pariwisata yang saat ini telah menjadi sektor nomor dua penghasil devisa ditargetkan akan menjadi nomor satu penerimaan negara pada tahun 2019," tutur dia.
Lebih lanjut, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisatan pasal 4 dan 5 tentang tujuan dan prinsip pembangunan kepariwisataan nasional dengan tegas menyatakan bahwa pembangunan pariwisata dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat dan bangsa secara adil dan seutuhnya dengan berprinsip pada Pancasila dan UUD 1945.
Dalam situasi ekonomi global yang kurang kondusif dan masih melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia, maka pemerintahan presiden Jokowi memberikan prioritas kepada pembangunan infrastruktur.
Kebijakan pemerintah tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada skala ekonomi makro dan ekonomi mikro melalui pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah indonesia.
Berkaitan dengan kepentingan untuk cukup mendanai pembangunan infrastruktur, namun bukan pertimbangan satu-satunya, pemerintah juga memacu industri pariwisata dimana sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan pertumbuhan yang cukup signifikan.
Sepanjang tahun 2016 sektor pariwisata telah memberi kontribusi sebesar 11 persen terhadap domestik bruto atau setara dengan Rp 172,8 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp 275 triliun pada tahun 2019 atau 15 persen dari total produk domestik bruto Indonesia.
Pariwisata diyakini merupakan sektor jasa yang sangat siap sebagai andalan pembangunan nasional. Hal ini karena ditunjang oleh sumber daya alam dan budaya yang unggul dan memiliki daya saing global.
Menurut world economic forum (WEF) pada 2017 peringkat daya saing Indonesia berada di urutan 42 atau naik delapan tingkat dibandingkan tahun 2016 berada di peringkat 50. Peringkat indonesia ini masih di bawah singapura (peringkat 13, turun tiga peringkat), malaysia (26, naik delapan peringkat), dan thailand (34, naik sembilan peringkat).
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak