Mahasiswa ITB boyong predikat juara pada ajang E2FESTA 2017 di Korea Selatan


Mahasiswa ITB juara E2FESTA 2017 di Korea Selatan
Bandung.merdeka.com - Mahasiswa ITB kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim yang beranggotakan Irham Mulkan Rodiana (Teknik Elektro 2013), Freddy Kurniawan (Teknik Mesin 2013), Kinari Nur Aulia Padma Negara (Desain Produk 2013), dan Ninik Kania (Desain Produk 2013) dan juga dua mahasiswa dari Chonbuk National University (CBNU) berhasil memboyong predikat juara pertama pada ajang Engineering Education Festa 2017 Capstone Design Fair International Session (E2FESTA 2017) yang digelar di Korea Selatan, Jumat (10/11) lalu.
Kompetisi ini diadakan di Kimdaejung Convention Center, Gwangju, Korea Selatan dan diprakarsai oleh Ministry of Trade, Industry and Energy South Korea serta Korea Association of Innovation Centers for Engineering Education. Menjadi salah satu peserta dari tim utusan Indonesia, tim ITB berhasil mengalahkan sejumlah kompetitor unggul lainnya dari Asia.
Tercatat sebagai peserta di kompetisi ini antara lain yaitu ITB (Indonesia), PENS (Indonesia), Tel-U (Indonesia), KLE TECH (India), HKUST (Hong Kong), NUS (Singapura), NTU (Singapura), RMUTT (Thailand), SCUT (China), KIT (Jepang), CBNU (Korea Selatan), CNU (Korea Selatan), JNU (Korea Selatan), NCKU (Taiwan), dan UKM (Malaysia).
Mengusung tema kompetisi seputar alat kesehatan, tim ITB merancang karya dengan nama Re-Lease. Re-Lease merupakan perangkat yang dibuat untuk melakukan pengecekan urin di urinal dengan konsep tracking kesehatan berdasarkan kekeruhan dan warna dari urin. Sistem pada perangkat ini terdiri atas smart device dan big data.
Tim Re-Lease ITB melewati perjalanan panjang dalam mempersiapkan konsep dari perangkat ini, sekitar 6 bulan yaitu 4 bulan untuk mematangkan ide dan 2 bulan untuk pengerjaan produk. Progress report juga dilaksanakan secara teratur setiap minggunya pada dosen pembina dari program studi Teknik Mesin dan Desain Produk.
Melalui lomba ini setiap peserta akan belajar untuk memadukan setiap disiplin ilmu yang dipunyai untuk membangun suatu produk yang bermanfaat. Hal yang paling penting dari perlombaan ini adalah kerja sama tim yang dibangun karena tim harus terdiri atas lintas disiplin, lintas budaya, dan lintas negara sehingga kemampuan komunikasi suatu tim harus benar-benar dibagun agar nantinya kualitas produk yang dihasilkan dapat maksimal.
"Melalui lomba ini, kami sangat senang bukan hanya karena Grand Prize yang didapatkan namun ide dari produk kami dapat diterima masyarakat internasional," ungkap Freddy Kurniawan, sebagai salah satu anggota dari tim Re-Lease ini.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak