Emil: Kalau masa kecilnya bahagia, besarnya produktif dan cerdas


Bandung.merdeka.com - Pemkot Bandung terus membuat inovasi untuk mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satu inovasi yang dilakukan yakni dengan mencanangkan program PAUD Hiber, yakni sebuah model pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), perempuan, dan keluarga dengan memperhatikan dimensi sosial, budaya, dan ekonomi.
Program tersebut merupakan inovasi Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk mengembangkan pendidikan PAUD yang holistik dan integratif, meliputi aspek pendidikan, kesehatan gizi, dan perlindungan kesejahteraan. Hal ini berpedoman pada Peraturan Presiden No. 60 Tahun 2013 tentang PAUD Holistik Integratif.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan agar pendidikan dasar bagi anak usia dini terus dioptimalkan. Pasalnya, tahun 2013 lalu hanya ada 50 persen anak-anak Bandung yang mengenyam PAUD.
"Sekarang jumlahnya 87 persen dari jumlah anak usia dini di Kota Bandung," ujar Ridwan dalam paparannya.
Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut bahwa PAUD ini penting untuk menciptakan situasi lingkungan yang positif bagi anak-anak. Di PAUD, anak-anak belajar untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya di luar lingkungan keluarga. Anak juga diberikan ruang untuk berkreasi sesuai dengan kapasitas usianya.
"Dan yang paling penting anak-anak diajak untuk berbahagia," katanya.
Kebahagiaan dan kegembiraan anak ini penting untuk membangun karakter anak-anak. PAUD memberikan fondasi nilai-nilai kepada anak dengan jalan yang bahagia dan menyenangkan.
"Orang - orang yang waktu kecilnya bahagia besarnya Insyaallah produktif, cerdas, pintar lahir batin, sebab usia dini ini sampai 6 tahun anak-anak betul-betul sangat kritis," ungkapnya.
Sementara itu, Kadisdik Kota Bandung Elih Sudiaoermana menambahkan bahwa, rata-rata orang saat ini, secara subyek, lebih mementingkan pendidikan untuk anak usia 15 tahun ke atas dan menyepelekan pendidikan dasar. Untuk itu, pemerintah kota harus hadir untuk menjembatani gagasan itu agar pendidikan dasar juga makin diutamakan.
"Maka kita perlu untuk meningkatkan mutu PAUD di seluruh wilayah. Untuk itulah kita membentuk pusat-pusat rujukan PAUD di 30 kecamatan," ungkap Elih.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak