Pembangunan proyek jalur puncak II akan kembali digenjot


Ilustrasi jalur puncak
Bandung.merdeka.com - Proyek jalur puncak II dari Sentul menuju Cianjur sebenarnya bukan wacana baru, sejak 2011 silam wacana pembangunan sudah bergulir. Namun, hingga saat ini proses pembangunannya tersendat. Padahal, pembangunan jalur anyar ini sudah dinantikan oleh banyak orang karena mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur puncak saat ini.
Hadirnya proyek puncak II ini sebenarnya merupakan angin segar bagi para pengguna jalur puncak yang selama ini seolah sudah jengah dengan kemacetan, terlebih pada akhir pekan. Khususnya bagi yang akan menjalani perjalanan Bandung menuju Jakarta atau sebaliknya, Jalan Tol Cipularang kerap menjadi pilihan ketimbang harus melewati jalur puncak.
Tak adanya alternatif jalan kerap membuat sebagian orang malas untuk melewati jalur puncak. Hal tersebut tentu berdampak pada nilai investasi properti yang ada di kawasan tersebut. Untuk itu, hadirnya mega proyek puncak II dinilai mampu menjadi alternatif namun pembangunannya mangkrak hingga saat ini.
"Puncak II ini solusi yang paling rasional untuk kita dorong pembangunannya dan kita membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat. Nanti, pihak provinsi akan mencoba untuk melakukan pembahasan lebih lanjut supaya puncak II bisa kembali digenjot pembangunannya," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, Rabu (8/3).
Iwa menjabarkan, kehadiran proyek puncak II ini diyakini mampu menjadi solusi kemacetan yang selama ini sulit dihindari di jalur puncak I, kemudian juga bisa meningkatkan perkembangan ekonomi di daerah tersebut. Untuk itu, pihaknya berupaya kembali membicarakan proyek puncak II akan bisa kembali jalan dan segera selesai.
"Maka kita akan coba rapatkan lebih lanjut dengan pihak terkait untuk bagaimana solusi puncak II ini bisa menjadi alernatif kemacetan. Minggu depan akan kami rapatkan, bagaimana puncak II ini kendalanya kenapa terhenti lalu butuhnya berapa, dan langkah selanjutnya apa biar ini jadi prioritas pembangunan jalan," katanya.
Sebenarnya, mega proyek puncak II merupakan program 2014. Hingga saat ini belum diketahui penyebab terhentinya proyek tersebut. Proyek yang digadang-gadang menghabiskan dana ratusan miliar ini penyelesaiannya baru mencapai 3,5 kilometer dari total panjang 47 kilometer pada 2014 silam.
"Nantinya kita akan cari tahu kenapa bisa terhenti. Untuk pembangunannya sendiri bisa memungkinkan non tol tapi nanti solusinya APBN atau mungkin dari sisi APBD, yang jelas harus ada percepatan pembangunan puncak II. Kondisinya sudah sangat urgent, soalnya kemacetan di puncak I sudah tidak bisa dihindari lagi ya setiap akhir pekan," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak